Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Date

July 25, 2008

INI INDONESIA

INI INDONESIA

Ini cerita untukku, untuk cucu, cicit dan buyutku:

Indonesia adalah:

orang-orang;

bangsa, suku;

warna-warna kulit;

jenis-jenis rambut;

berbagai bentuk hidung;

beragam bentuk rahang;

bermacam kelopak mata;

tak sama, tak beda

tak apa-apa

itulah Nusantara

Indonesia adalah:

orang-orang beradab

berpakaian, berbaju, berkain

rumbai-rumbai, kebaya, koteka,

kerudung, selendang, sarung, kopiah, sorban,

berlipat, longgar, ketat,

tenun, rajut, jahit, cetak, mesin, batik, sulam, barokat

warna warni, panjang, pendek, sedang

tertutup, terbuka

berbeda bersama

tak apa-apa

menjadi, membagi, biasa, gotong royong
arisan, beran jumputan

itu Nusantara

Ini adalah Indonesia

Masjid besar puluhan meter dari Gereja besar

di kota Terbesar

Ini adalah Indonesia

Ada mushola di gedung-gedung di plaza-plaza

langgar, mesjid, pesantren

antara

pura dan kuil-kuil

tak sedikit tak banyak

tak apa-apa

Tuhan Maha Esa Memberinya

Negara Satu di Nusantara

Ini adalah Indonesia

ramah sapa, gotong royong

cinta dan hormat sehari-hari

tak pura-pura, tak tulus

tak apa-apa

berlebih doa dari hina

Ini adalah Indonesia

dijajah pernah, ditindas sudah

saat tak punya apa-apa

dari penjara duka dibuang

tercatat data terungkap fakta

pidato,

bambu runcing,

dan kertas perjanjian

memimpin bangsa pendiri negara

bersama rakyat bersama tentara

darah membasuh tanah Merdeka

susah senang jadi Negara

itulah Indonesia,

dari tiada

menjadi ada

tak apa-apa menderita

harap Merdeka jadi bahagia

Ini adalah Indonesia

BBM naik harga naik

orang muda berguguran

pengangguran

kemiskinan

itu belum apa-apa

Inilah Indonesiaku,

Inilah Indonesiamu,

Itulah Indonesia Kita, cinta kita

Siapa berani mengganti

Mari hadapi sama-sama

Indonesia Kita, Tanah Air Beta

Bhineka Tunggal Ika perekatnya

Pancasila penjaganya

Ada dihati, jati dijiwa

Menghalau dusta sama-sama

ubah ragam jadi seragam

The Greedy Capitalism

The only word could describe Capitalism is Greedy=RAKUS. Kapitalisme yang diajarkan di sekolah waktu saya SMA adalah: dengan prinsip ekonomi kapitalis modal sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Less capital more profit.

Tak heran, Negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang penganut setia kapitalis mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari negara-negara ‘dibodohkan’ yang kaya sumber daya alam. Lihat saja eksplorasi, dan eksploitasi sumber daya alam, emas, minyak tembaga, berapa persen yang diterima Indonesia???

Sudah itu, sekarang ‘negara’ Indonesia disebut sebagai one of the fastest potential markets—untuk segala produk dari negara Kapitalis: elektronik, kendaraan, I.T.

Berbondong-bondonglah membuka gerai, pabrik (rakitan) segala macam barang elekronik, dibuat disini, dijual disini harganya selangit dituliskan made in negara lain.

Kerakusan kapitalis adalah berusaha terus menerus memproduksi barang pakai, maupun barang nikmat (budaya), untuk dijual. Maka tak heran produk yang ditawarkan diproduksi juga seragam dari satu negara ke negara lain (bahkan produk budaya), supaya gampang dan ujung-ujungnya kembali kepada pencipta awal (paten barang/karya), saya termasuk yang tak setuju dengan paten, seperti Vandana Shiva dalam bukunya Captive Live Captive Mind—

Sebagai orang yang sepanjang hidup 99,9% makan dari tanah dan air Indonesia saya mengajak agar orang-orang Indonesia tidak terpedaya oleh budaya yang semata-mata memuja uang. Karena Tuhan sudah dicuri oleh Para Kapitalis-kapitalis sehingga tuhan Hilang berganti menjadi Uang/ Keuntungan.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑