The only word could describe Capitalism is Greedy=RAKUS. Kapitalisme yang diajarkan di sekolah waktu saya SMA adalah: dengan prinsip ekonomi kapitalis modal sekecil-kecilnya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Less capital more profit.

Tak heran, Negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang penganut setia kapitalis mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari negara-negara ‘dibodohkan’ yang kaya sumber daya alam. Lihat saja eksplorasi, dan eksploitasi sumber daya alam, emas, minyak tembaga, berapa persen yang diterima Indonesia???

Sudah itu, sekarang ‘negara’ Indonesia disebut sebagai one of the fastest potential markets—untuk segala produk dari negara Kapitalis: elektronik, kendaraan, I.T.

Berbondong-bondonglah membuka gerai, pabrik (rakitan) segala macam barang elekronik, dibuat disini, dijual disini harganya selangit dituliskan made in negara lain.

Kerakusan kapitalis adalah berusaha terus menerus memproduksi barang pakai, maupun barang nikmat (budaya), untuk dijual. Maka tak heran produk yang ditawarkan diproduksi juga seragam dari satu negara ke negara lain (bahkan produk budaya), supaya gampang dan ujung-ujungnya kembali kepada pencipta awal (paten barang/karya), saya termasuk yang tak setuju dengan paten, seperti Vandana Shiva dalam bukunya Captive Live Captive Mind—

Sebagai orang yang sepanjang hidup 99,9% makan dari tanah dan air Indonesia saya mengajak agar orang-orang Indonesia tidak terpedaya oleh budaya yang semata-mata memuja uang. Karena Tuhan sudah dicuri oleh Para Kapitalis-kapitalis sehingga tuhan Hilang berganti menjadi Uang/ Keuntungan.

Advertisements