Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

February 2009

PRESIDEN PKS INGIN MELARANG JAIPONG

KABAR JIRAN,
Tanggapi soal tari Jaipong, Presiden PKS dikecam

KARAWANG, MONDE: Pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengenai tarian Jaipong yang mengandung unsur tarian erotis dan lahir di tempat maksiat, mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menyarankan jangan ada larangan untuk tari Jaipong, melainkan mengubah pakaian yang menjadi kostum menari Jaipong.

“Dianjurkan tarian itu tetap ditayangkan tapi pakaiannya dijaga, tampilan di depan publik. Apalagi sekarang ada undang-undang pornografi, juga sudah diberlakukan. Mungkin antisipasi saja,” katanya.

Menurut dia, perlu dilihat juga mengenai sejarah tari Jaipong. “Itu tarian erotis dan di tempat-tempat yang terkenal sebagai tempat kurang baik. Walaupun sekarang tari Jaipong saya lihat sudah mulai ditampilkan di tempat-tempat umum dengan cara-cara yang tidak seperti dulu,” ujarnya. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya Karawang Nace Permana mengatakan pihaknya mengecam pernyataan yang mengatakan tarian Jaipong sebagai tarian erotis.

“Lahirnya seni daerah di setiap wilayah dijadikan media sebagai alat pemersatu bangsa dan identitas bangsa dalam melawan kaum penjajah di masa lalu,” katanya di Karawang, akhir pekan lalu.

Bahkan, Nace menilai pernyataan Presiden PKS tersebut terlalu gegabah karena maksiat tidak serta merta disebabkan oleh faktor Jaipong, melainkan masih banyak hal lain yang dianggap lebih parah.

“Yang menjadi pertanyaan kami, sejauh mana peranan PKS sebagai partai dakwah dalam memberantas tempat-tempat maksiat yang nyata-nyata berada di depan kita,” tandasnya.

Sementara Dewan Kesenian Subang (DKS) menuding Tifatul tak paham seni Jaipong dan kultur sunda bahkan dianggap ngawur. “Namanya saja sudah Sembiring, dia tidak mengerti soal tarian sunda. Ngawur saja dia bilang Jaipong lahir di tempat maksiat,” kata Ketua DKS Wawan Renggo.

Menurut Wawan, pernyataan Tifatul itu tidak berdasar dan telah melukai pelaku seni di Jawa Barat, khususnya seniman Jaipong. Abah memaparkan, kelahiran seni tradisional itu tidak semudah dengan seni modern. Kelahiran seni tradisional perlu dilakukan ritual khusus.
http://www.monitord epok.com/ news/kabar- jiran/30279. html

Advertisements

Politics for Women

Politik bagi perempuan membutuhkan suatu keberanian dan keteguhan pikiran, dan kekuatan hati.
Politik di Indonesia hingga kini masih didominasi oleh wacana patriarki, metode macho dan sistem yang belum lentur.
Oleh karenanya, kadangkala sebagaimana para feminis aktifis politik di negara skandinavia, untuk masuk ke politik akhirnya mereka mengikuti dulu irama politik para laki-laki.
Bahkan ada pergi ke spa bareng dengan rekan politik laki-laki.
Buat para perempuan yang masih di luar, dan masih hanya bertindak sebagai pengamat, pengkritik, tentu saja mudah menyalahkan, menjudge dan mengomentari hal-hal seputar politik.
Seharusnya sebagai perempuan dia harus begini dan begitu, tapi lapangan dan realitas politik yang dijalani oleh perempuan yang terjun jauh berbeda bahkan bertolak belakang, sehingga saran yang dianjurkan bukan hanya tidak bisa dilaksanakan tapi akan membuatnya terpental dari pentas politik ‘maskulin’.
Hillary Clinton, Thatcher, Benazir Bhuto, atau Begum Khalida Zia dan Megawati Soekarnoputri adalah para perempuan yang mampu melalui berbagai rintangan politik…

mereka belum mampu mengubah kultur politik…

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑