PRESIDEN PKS INGIN MELARANG JAIPONG

KABAR JIRAN,
Tanggapi soal tari Jaipong, Presiden PKS dikecam

KARAWANG, MONDE: Pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengenai tarian Jaipong yang mengandung unsur tarian erotis dan lahir di tempat maksiat, mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menyarankan jangan ada larangan untuk tari Jaipong, melainkan mengubah pakaian yang menjadi kostum menari Jaipong.

“Dianjurkan tarian itu tetap ditayangkan tapi pakaiannya dijaga, tampilan di depan publik. Apalagi sekarang ada undang-undang pornografi, juga sudah diberlakukan. Mungkin antisipasi saja,” katanya.

Menurut dia, perlu dilihat juga mengenai sejarah tari Jaipong. “Itu tarian erotis dan di tempat-tempat yang terkenal sebagai tempat kurang baik. Walaupun sekarang tari Jaipong saya lihat sudah mulai ditampilkan di tempat-tempat umum dengan cara-cara yang tidak seperti dulu,” ujarnya. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lodaya Karawang Nace Permana mengatakan pihaknya mengecam pernyataan yang mengatakan tarian Jaipong sebagai tarian erotis.

“Lahirnya seni daerah di setiap wilayah dijadikan media sebagai alat pemersatu bangsa dan identitas bangsa dalam melawan kaum penjajah di masa lalu,” katanya di Karawang, akhir pekan lalu.

Bahkan, Nace menilai pernyataan Presiden PKS tersebut terlalu gegabah karena maksiat tidak serta merta disebabkan oleh faktor Jaipong, melainkan masih banyak hal lain yang dianggap lebih parah.

“Yang menjadi pertanyaan kami, sejauh mana peranan PKS sebagai partai dakwah dalam memberantas tempat-tempat maksiat yang nyata-nyata berada di depan kita,” tandasnya.

Sementara Dewan Kesenian Subang (DKS) menuding Tifatul tak paham seni Jaipong dan kultur sunda bahkan dianggap ngawur. “Namanya saja sudah Sembiring, dia tidak mengerti soal tarian sunda. Ngawur saja dia bilang Jaipong lahir di tempat maksiat,” kata Ketua DKS Wawan Renggo.

Menurut Wawan, pernyataan Tifatul itu tidak berdasar dan telah melukai pelaku seni di Jawa Barat, khususnya seniman Jaipong. Abah memaparkan, kelahiran seni tradisional itu tidak semudah dengan seni modern. Kelahiran seni tradisional perlu dilakukan ritual khusus.
http://www.monitord epok.com/ news/kabar- jiran/30279. html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: