Bangsa Indonesia jangan mau ketinggalan

Jangan mau ketinggalan hal-hal positif yang di negeri-negeri lain sudah maju.

Realitas negeri yang maju dan bermartabat adalah: manakala semua manusia diperlakukan sama, dan memiliki hak sama, perempuan dan laki laki, tua muda, anak-anak orang dewasa.

Bagi Negara yang dapat menjadi contoh kemajuan perempuan yang setara dengan laki-laki adalah negeri di Skandinavia: Finlandia, Swedia, Islandia, Norwegia.

Di negeri-negeri itu, agama bukanlah penentu moralitas menghargai perempuan, tetapi budaya dan hokum. Perempuan di sana diakui haknya sebagai warga Negara untuk melaksanakan dan mengimplementasikan hak politiknya. Demi penghargaan itu Negara pun mengakui dan menghargai peran perempuan dalam reproduksi dan perkembangan manusia. Negara member perlindungan dan penjaminan agar perempuan tidak terbebani mengasuh anak sendiri. Laki laki dan perempuan punya hak untuk mengasuh anak secara sama dan difasilitasi dengan dengan cuti hamil dan membesarkan anak, sehingga jam kerja suami dan istri disinkronkan dengan pertumbuhan anak.

Jam kerja partai partai politik pun disesuaikan dengan kerja perempuan di rumah. Yang paling bagus adalah bahwa perempuan mempunyai hak yang sama pentingnya dalam menentukan program. Tidak ada perbedaan dan diskriminasi secara massif dan nyata, khususnya di dunia politik.

Patriarki adalah system yang diskriminasi dan mengejewantah dalam segala praktek dengan pusat pimpinan, boleh dipimpin, boleh memimpin laki-laki. Patriarki  sudah tidak pada tempatnya, sudah basi, sudah tidak layak ditengah kondisi dunia yang semrawut karena pemimpin dari tahun ke tahun abad ke abad laki-laki tanpa rasa kebijaksanaan, tanpa rasa keibuan.

Pemimpin adalah Kebijaksanaan bukan jenis kelamin bukan manusia. Pemimpin adalah NILAI—kebijaksaan dan keberanian berbuat baik, pemimpin bukan mahluk, mahluknya adalah PENGEMBAN. Laki-laki yang masih menganggap perempuan bodoh, tidak kuat emosional justru ialah yang bodoh, dan patut dikasihani, karena telah mengecilkan manusia pada jenis kelamin saja, vagina. Di luar jenis kelamin manusia itu punya pikiran, perasaan, kepandaian, kepekaan emosional, social dan kemampuan memimpin dan mempengaruhi orang. Jadi INDONESIA jangan mau ketinggalan, perlakukan dan hargailah manusia secara sama, secara bermartabat mahluk Tuhan, semoga agama yang mengajarkan kedamaian dan cinta selalu menjadi alat pencegah kesombongan dan keanggkuhan salah satu kaum.

 

Umi Lasminah @Nov, 2009

Advertisements