Negara Kesatuan Republik Indonesiaatau NKRI yang berdiri berdasarkan kontrak sosial para warga penduduk dan penghuni kepulauan Nusantara adalah Negara dalam konsep Patriarki. Negara dalam konsep patriarki adalah negara yang komponen-komponen pendukungnya menempatkan kosep ‘laki-laki’ dan sistem penguasaan, serta kekuasaan yang bertipe, berbentuk dan bergaya ‘laki-laki’. Laki-laki disini tidak sekedar mahluk jenis kelamin penis saja. Namun ia adalah keseluruhan konsep kekuasaan dengan pengutamaan kepemilikan dan penguasaan atas milik tersebut dengan keseluruhannya, atau Power Over, Sovereignty to manusia (laki-laki dan perempuan) olehnya. Sehingga ketika orang-oran yang ada di dalam lingkup kependudukan kewilayahan Indonesia untuk menjadi Warga Negara Indonesia harus tunduk pada nilai-nilai Patriarki Negara. Nilai Patriarki Negara yang terutama adalah Hak Memaksakan, Penguasa Kebenaran (yang belum tentu benar), Hak atas Kekerasan. Sedangkan kewajiban-kewajiban Negara atas penghuninya, umumnya masih menjadi upaya-upaya yang sedang terus dilaksanakan, dan belum menjadi Nilai utama sehingga nilai-nilai Kebajikan Negara yang dicita-citakan, diniatkan belum tercapai, dan tergerus nilai Patriaki yang terus menerus menghegemoni dan dilaksanakan.

Perempuan Indonesia di Negara Indonesia masih lebih baik dibanding dengan Negara-negara seperti Saudi Arabia, Kuwait dan negara tetangga Malaysia. Negara-negara tersebut, walaupun ekonominya tinggi, namun Patriarki yang dijalankan luar biasa tajam keras dan teguh. Sehingga di negara tersebut Patriarki adalah kebenaran.

Beruntung Indonesia sejak berdirinya sebagai cikal bakal sebuah negeri modern yang tidak mengedepankan perbedaan dan struktur kekuasaan di antara dua jenis kelamin manusia. Bandingkan dengan Negara-negara barat hak politik memilih perempuan baru diberikan tahun 1920Amerika Serikat maupun Inggris tahun 1928. Kedua hak tersebut pun tidak didapat secara mudah. Di Inggris perempuan mendapat hak politiknya setelah melalui perjuangan panjang, bahkan salah satu tokoh Suffragist (pejuang perempuan untuk mendapatkan hak suara) Emily Davison menjadi martir dengan bunuh diri melemparkan dirinya di pacuan kuda kerajaan di Derby pada tahun 1913. Di Amerika Serikat, mogok makan dilakukan dan aksi demonstrasi di depan White House dilakukan antara lain dimotori oleh Alice Paul.

Perempuan Indonesia tentunya memiliki pengalaman penindasan yang berbeba dengan perempuan di Amerika dan Inggris. Penindasan perempuan Indonesia sebelum kemerdekaan adalah penindasan yang berlapis, dari Kolonial, dan dari laki-laki sesama’ bangsa Indonesia. Yang terakhir disebut penindasan yang sudah ‘ada’ secara internal culture budaya masyarakat Indonesia dari beragam-ragam suku bangsa. Pada titik ini perempuan dan laki-laki melawan bersama penindasan colonial untuk menjadi Negara merdeka. Walaupun begitu, budaya yang sudah berurat akar di Indonesia tentang posisi perempuan di keluarga terutama dalam naungan budaya “Jawa” telah menjelma dan menyebar dalam budaya hampir seluruh negeri Nusantara. Adalah Kartini yang sadar mengenai kondisi penindasan perempuan, karena ia tidak saja mengalami sendiri juga melihat dan melakukan perlawanan atas penindasan tersebut. Kartini melakukan perlawanan terhadap budaya sebelum Negara modern Republik Indonesia berdiri. Tak heran perlawanan Kartini sangat sulit, di dalam Negeri yang belum lagi merdeka, di tengah masyarakat yang konservatif dan tradisional. Namun begitu, segala bentuk mimpi dan model model perlawanan bagi hidup yang lebih baik pada perempuan khususnya dan Negara Indonesia umumnya tertulis dalam rangkaian surat-surat panjangnya kepada sahabat-sahabat di Negeri Belanda.

Di surat-surat yang dikirimkan Kartini ke teman-temannya itu Ia menuliskan bahwa Negara atau pemerintah yang dibangun haruslah yang memperhatikan pendidikan dan kesehatan rakyat seperti dalam surat “
bersambun.. (umi lasminah)

Advertisements