Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

August 2010

Rakyat tidak buta, tidak tuli

Rakyat Tidak Buta, Tidak Tuli: Rakyat Juga Punya Perasaan

Presiden SBY yang terpilih secara tidak demokratis dengan menipu Rakyat melalui manipulasi DPT, dan Penghilangan jutaan Hak Konstitusi Rakyat, pasti akan Kena Hukuman.

Rakyat tidak buta, mereka melihat sendiri tetangga mereka yang miskin lalu menjadi penjual makanan keliling, penjual pakaian jatuh tempo atau yang jadi pemulung. Rakyat juga tidak buta, mereka melihat sendiri tetangga, saudara mereka yang jadi korban tabung gas meledak, yang jadi korban karena berdesakan jatuh terinjak-injak, berebut sembako.Rakyat tidak buta: kemiskinan di depan mata. Mereka melihat setahun lalu, tidak ada anak-anak kecil pemulung yang tidur di emperan Indomaret, alfamaret, kini setiap malam, rakyat pemulung tidur diemperan toko, dan pengamen malam semakin bertambah…Mereka tak ada kerja.

Pemerintah dan Negara Yang TAK MAU bertanggung jawab, PASTI Dapat HUKUMAN.
Hukuman itu bila bukan dari Rakyat Hukuman itu dari Tuhan.
Karena Pemerintah Indonesia ditangan Soeharto dan SBY telah dijangkiti virus HAUS KEKUASAAN maka Kekuasaan direbut secara Rekayasa Luar Biasa tanpa Rakyat tahu bagaimana bisa terjadi.

Tapi RAKYAT tidak TULI dan Tidak Buta, juga Tidak Bodoh.

PEMILU 2004, mereka Anggota KPU yang memenangkan Presiden-nya masuk PENJARA–Presiden Indonesia 2004 diangkat dan disahkan Oleh TERPIDANA, selamat Indonesia. Beberapa dari anggota KPU masuk partai Penguasa. Lalu Pemilu PILPRES 2009 jutaan rakyat kehilangan hak pilihnya, dan salah satu anggota KPU yang masih aktif MASUK Partai Presiden PEMENANG pilpres. KPU yang mengesahkan Presiden pemenang menjadi Anak Buah partai Presiden.

Hukum telah dicabik-cabik PRESIDEN, kekuasaan telah diKangkangi demi KEKUASAAN,

dan Kritik serta Pemaparan data dan Fakta oleh Rakyat, Pengamat yang setia pada Kebenaran, Kebhineka Tunggal Ika dan semangat Pancasila dianggap FITNAH dianggap Suuzhon.

Karena hukum telah dikebiri Kekuasaan. Karena KPK adalah Alat Penguasa menakuti-nakuti dan mengancam Pejabat oposisi dan Bupati.

Karena UANG adalah ideologi PENGUASA maka, BUMN mencari Keuntungan, maka RAKYAT berhenti disubsidi, dan PENGUSAHA diancam pidana PAJAK.

Lalu PENGUASA ini bikin LEMBAGA citra–lembaga KUMPULAN orang-orang KRITiS dan CERDAS, agar BISU dan DIAM, dan mengabdi pada PENGUASA, seperti jaman Soeharto.

PENGUASA ini telah Melanggar UUD1945, ketika membiarkan Polisi tidak Melaksanakan tugas menegakkan PANCASILA dengan diam saja menyaksikan orang-orang memukuli mereka yang beribadah, mereka yg mengemukakan pendapat.

Walau melanggar UUD1945 Negara TIDAK MENJAMIN warganya bebas mengemukakan pendapat, dan beribadah TIDAK ada hukuman padanya. BELUM, hukuman itu PASTI DATANG.

Rakyat harus berdoa berikhtiar dan beraksi. Pemimpin-pemimpin masa lalu sudah bangkit dan bersuara. Kita Tunggu SUARA TUHAN yang SEJATI–bukan suara polling dan tipu-tipu Pemilu.

PENGUASA Zalim pasti dapat Hukuman. Hukuman itu bila bukan dari Rakyat Hukuman itu dari Tuhan.

Rakyat tidak buta, mereka melihat sendiri tetangga mereka yang miskin lalu menjadi penjual makanan keliling, penjual pakaian jatuh tempo atau yang jadi pemulung. Rakyat juga tidak buta, mereka melihat sendiri tetangga, saudara mereka yang jadi korban tabung gas meledak, yang jadi korban karena berdesakan berebut sembako.

Rakyat Tidak Buta, Mereka tahu bahwa Mereka Miskin, susah sekolah, susah berobat.

Rakyat Tidak Tuli, mereka mendengar Presiden SBY berkata dalam pidatonya Bahwa kemiskinan menurun, penggangguran berkurang, tapi rakyat mendengar sendiri dengan jelas,apa yang dinyatakan SBY dusta, Saudaranya mengeluh karena suaminya diPHK, pabriknya gulung tikar, tetangganya mengeluh karena ia belum juga dapat kerja dan sekarang hanya mengurus burung piaraan. Rakyat tidak Tuli, mereka mendengar seorang Nenek menangis karena cucu kesayangannya terancam hukuman mati di negeri tetangga, dan Presiden SBY, kepala Negara/ Kepala Keluarga Rakyat Warga Negara Indonesia tak peduli nasib cucunya.

Rakyat Indonesia berjuta-juta jumlahnya Punya Perasaan punya hati, mereka Melihat dengan mata kepala sendiri di televisi, mendengar dari mulut ke mulut tetangga, teman sekerja orang-orang berTuhan Tidak Bisa Beribadah, mereka dipukuli, ditendag dan POLISI DIAM SAJA, dan Presidennya BISU.

Rakyat tidak Tuli, tidak Buta, Pemerintahlah yang BISU dan TULI, dan BUTA.

Dan TUHAN MAHA MENDENGAR MAHA MELIHAT dan MAHA KUASA bisa MENGHUKUM PENGUASA, bila HUKUM manusia dinista.

(Tulisan opini hati dan pikirku ini adalah hak ku mengeluarkan pendapat, jika bertentangan dengan hukum silahkan juga pendpat demikian)
@Umi Lasminah, 29Agst, 2010

Vegetarian, guilt phenomena of human lifestyle

We read history of human survival in this world is through their fullfillness of the need of their bodies.
In the USA, when I was a student I learn that they were called as people of plenty with big the size of burger, hotdog, and all of them have meat as highest part of calorie. In traditionally American eat meat as daily dose of foods. It make us Indonesia feel poor to compare Tempe with Beef.
While long before vegatarianism become trend, people do suggest to eat meat. In Indonesia we still have 4 health 5 perfect (4 for all food combined carbohidrat, protein, vegetable, fruit), 5 for a milk.

Indonesia an Exceptional Nation

One of my friends said to me the other day, that Indonesia is an exceptional nation. I ask him why is that.
And then he told me true stories. And I agree with him with my own conclusion, not just exceptional but a true dynamic nation. Nation on the run. Nation to grow.
Actually what my friend said was that might negative tendency that Indonesia can be seen as Nation without discipline; without commitment, especially in term of implementation of regulation.
He told me examples. In traffic lights. There is traffic light at the corner of the street, beside the traffic light there is sign board saying “belok kiri boleh langsung” (it means even it is red light you must stop except you want to to left you can go on). Other than traffic light exception, there are many exception that being accepted in Indonesia. Although most exception i have mention were somehow not good, of course there are many..

Blog at WordPress.com.

Up ↑