Mari bersama menjelang jaman baru. Hari-hari ini di Tahun 2011, mungkin adalah jaman terendah, terhina–kesenjangan antara miskin kaya terlebar, antara penduduk termaju dan tertinggal terbesar. Namun percayalah.  Jaman titik nadir harus tiba.

Mari bersama kembali pada Leluhur, pada kejayaan dan ilmu yang dahulu kita gengam, Leluhur gengam, Leluhur Nenek Moyang yang pelaut, Leluhur Nenek Moyang yang petani didampingi Dewi Sri. Ibu Pertiwi(Dewi Pertiwi) pengelola kerak lapisan pertama Bumi…

Negeri di Nusantara sesungguhnya adalah benar adanya Negeri Gemah Ripah Loh Jinawi, negeri kaya raya tentram sejahtera, namun masa itu lewat selama 500 tahun disebabkan karena kelalaian penghuni dan pengayomnya. Namun kelalaian dan kesalahan pun dapat diampuni ditebus dan diberi kesempatan, karena bagaimanapun Nusantara pernah menjadi rumah tempat tinggal para Dewa-dewi yang memerintah manusia di bumi. Dewa-dewi mengejawantah memerintah dan mengatur rakyat di Nusantara sehingga besar, juga para Dewa-dewi yang menitis pada manusia sehingga Nusantara menjadi negeri digjaya, luar biasa hebat hingga ke mancanegara.

Kepastian mengenai kebenaran bahwa Nusantara adalah tempat yang diperuntukkan manusia untuk mendapat bimbingan/momongan dari Dewa-dewi adalah karena dahulu kala saat penciptaan bumi Dewa-dewi sendiri yang mengelola bumi/arcapada ini. Kini manusia adalah penerus pelanjut pemerintahan para Dewa-Dewi. Para manusia yang terpilih untuk mengelola jagad arcapada pun tidak semata-mata laki-laki. Ini dimulai pula dengan awalnya. Yaitu tidak semata-mata para Dewa, namun juga Dewi.

Maka ketika Dewa-Dewi menugaskan  manusia terpilihnya untuk mengelola rakyat, negara dan alam semesta Beliau-Merekapun- mewahyukan keprabon kepada baik perempuan maupun laki-laki.

Raja dan Ratu di Nuswantara pun memerintah dengan bimbingan langsung dari Para Dewa, Dewi, Batara dan Batari, terutama sekali sebelum masa Majapahit runtuh.

Advertisements