Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

June 2011

Tolak Eksistensi Global Ikhwan

Di negara Indonesia, yang berdasarkan Pancasila selayaknya Global Ikhwan tidak dapat berdiri. Perempuan Indonesia khususnya dapat mengajukan tuntutan pembubaran organisasi tersebut. Pertama organisasi tersebut bukanlah organisasi yang sesuai dengan Pancasila, karena menyebutkan Istri Taat Suami…Kedua, ajaran yang dianut organisasi yang menyebut Global Ikhwan bukanlah ajaran Nusantara. Itu serapan dari  budaya gurun pasir. Ketiga, Sang Maha Pencipta tidak pernah menginginkan umatnya menderita. Pastinya kalau perempuan dimadu menderita. Walaupun kelihatan luarnya saja ‘pura-pura” happy..Buktinya Istri dari Aa Gym, yang akhirnya MEMILIH BERCERAI. Keempat, perempuan Indonesia satu-satunya negara yang memiliki PEREMPUAN PEJUANG MENENTANG POLIGAMI, yaitu Kartini yang tidak hanya memperjuangkan agar tidak ada poligami tetapi memperjuangkan agar Perempuan setara secara sosial, dan politik. Kelima, Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki adalah sudah terberi sejak manusia ada.

Global Ikhwan, yang terkait dengan Pendirian Klub Istri Taat Suami memang diketuai oleh seorang perempuan yang bergelar doktor bahkan pernah bekerja di DI. Entah apa terkait atau tidak, ada informasi yang harus diteliti lebih jauh, kemungkinan DI pun adalah bagian dari upaya gerakan yang tidak mendukung Penegakan Pancasila sebagai Dasar Negara. Artinya apa? Artinya organisasi macam ini selayaknya tidak dapat HIDUP di TANAH AIR, INDONESIA, tanah kelahiran para pejuang nenek moyang  yang melawan Belanda dengan segenap jiwa raga, tumpah darah sembari menjaga adat istiadat leluhur.

Klub Istri Taat Suami hanya boleh berdiri di Gurun Pasir, Arab Saudi (negeri yang baru saja menghukum PANCUNG) warga Negara Indonesia, putri Nusantara.

Seharus-nya Lelaki di Seluruh Nusantara bergerak dan bersatu MENOLAK Klub Istri Taat Suami, seperti yang dikeluhkan olehMenteri Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat Malaysia Datuk Seri Shahrizat Abdul Jalil mengatakan klub, yang dirikan untuk mengajari agar para isteri patuh terhadap suami, memberikan citra negatif bagi negara itu dan Islam.  Datuk Seri ini kalau ke negeri-negeri Barat akan ditanyakan apakah benar perempuan di Malaysia bodoh, patuh seperti budak…tentu saja, sebagai laki-laki yang demokratis pastinya akan malu. Jika saat ini ada menempatkan Kepatuhan, dan Ketaatan pada seseorang sebagai suatu yang Mulia, apapun alasannya itu tidak hanya merendahkan Laki-laki tetapi Merendahkan sang Penciptanya.

Bagaimana mungkin Dr Gita ini menyatakaan bahwa bilapun laki-laki itu berpoligami, itu bukanlah suruhan laki-laki tetapi suruhan Tuhan. Lha Tuhannya siapa? Mungkin Tuhan yang dimaksud oleh Dr. Gita bukanlah Tuhan yang menciptakan manusia di Nusantara, manusia di Barat. Sehingga berupaya menerapkan titah yang seolah-olah baik. Dr Gita ini mungkin pernah bertemu dengan Tuhan yang dia anggap telah Menyuruh Laki-laki berpoligami.. Dimanakah dia bertemu, mungkin saat bertamasya di Gurun sana. Di saat para TKW sedang bekerja atau disiksa…

Yang lebih heboh Dr Gita mendorong para istri untuk mahir melayani suami di ranjang. Lha kalau mengajari suami mahir diranjang untuk melayani istri siapa??

Global Ikhwan sendiri mulanya Darul Arqam yang dianggap sesat di Malaysia…eh di sini mau menyusup dan meraja lela. Haduh!!!

Advertisements

Feminisme Berkembang Penindasan Terus Berlanjut

Searah dengan menguatnya pemisahan mind, soul, and body yang dibentuk oleh filsafat modern. Filsafat yang membunuh dewa-dewi, yang membuat teori-teori dan sistem patriarki. Manusia tidak hanya terpendar oleh ilmu pengetahuan. Pemisahan yang permanen, menjauhkan manusia dengan alam. Menjauhkan laki-laki dan perempuan. Dan menjadikan manusia objek ilmu pengetahuan.

Filsafat modern yang dikuasai oleh mind, corgito, akhirnya membuat apa-apa yang non rasional, menjadi tidak penting, bahkan rendah. Emotive vs Ratio.

Perkembangan kekuasaan rasio mencapai puncaknya ketika manusia tidak dapat mengontrol karya buatannya sendiri.  Digital. Kekuatan dan kecepatan alat digital menjadi begitu berkuasa. Menjadikan manusia lumpuh tanpanya. Bahkan hampir-hampir manusia dimakan oleh digital. Film Matrix trilogy…antara lain mengungkap hal tersebut, khususnya Matrix Revolutions.

Namun dari berbagai kondisi yang menjadi bagian

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑