What is Patriarchy. Patriarchy is the world we live in. The system that has been and still upon us in the state, the community and the family. Patriarchy is an ideology to some men and some women.

Patriarchy has its central in male state of mind, and some internalized women. Patriarchy works in benefit to some and take other women benefit, make women is disadvantage as human. That is mean the Patriarchy almost always in favor of men (male in the systems).

Through the systems of Patriarchy, any value that works in favor of the continuity of its system will always be in tied with male, Patriach. And one of the way to ensuring how Patriarchy works is through domination of women. The domination of women and whole other human (elders, children, transgender) by male is the conditioned. It has not be done and can’t be done without agents, its agents are most male in home and publics. Sometimes women play agents too, unconciousnessly through family socialization.

How patriarchy works effectively? Patriarchy works when male keep women in subordinate through their dependency to men. Dependency first comes from women’s need to survive, that mean the economy and protection to be save. When women depend on men in economy men need their trade in power. In this term, women surrender themselves to become the property of male. First and foremost in economic. Charlotte Perkins Gilman wrote beautifully and candidly about how economic is root for female oppression. And Carole Pateman is Sexual Contract to counter Social Contract of John Locke explisitely showed how economic works without borders to make women depend on men. And marriage is the market for the exchange and trade of economic between man as buyers and women as objects “goods”.

Women who don’t aware of how can women be in always oppress position might have  advantage condition, it makes them unaware of other women disadvantage.

The facts are that women all over the world started enter into formal education hundreds years after men. Women allow to enter the university only at the nineteenth century.

— –

Patriarki adalah dunia yang kita tinggali kini. Sistem yang menggerakkan roda kehidupan dunia, negara, masyarakat dan keluarga, serta sistem nilai yang dianut mungkin oleh 3/4 penduduk dunia yang berkesadaran.

Patriarki adalah cerminan dominasi. Dominasi oleh suatu kaum yang berjenis kelamin laki-laki. Dominasi ini menguntungkan kaum dengan jenis kelamin tertentu yaitu laki-laki, dan merugikan jenis kelamin lainnya, perempuan.

Patriarki bekerja secara sistematis, dalam kesadaran dan bawah sadar. Banyak perempuan yang telah terinternalisasi nilai-nilai patriarki akhirnya menjadi agen melanjutkan nilai patriarki.

Patriarki adalah binari oposisi. Laki-laki adalah penguasa, perempuan yang dikuasai. Membagi tempat domestik dan publik. Perempuan domestik, laki-laki publik.

Walaupun patriarki sudah mulai goyah kebinariannya, dalam realitas binary oposisi, dualisme kondisi selalu terjadi. Laki-laki di atas, perempuan di bawah. Terutama dalam posisi Power-Politik.

Posisi power-penguasa politik akan terus menerus berada ditangan laki-laki (Patriarki) terutama sejalan dengan lajunya patriarki yang tak henti, tak bisa dihentikan. Hal ini terjadi karena, posisi “bekerja”nya patriarki membuat nyaman satu kaum, yaitu laki-laki. Maka mau tak mau kenyamanan itu tak bisa digubris, harus dipertahankan, dan dibuat sedemikian mungkin hingga perempuan pun nyaman dalam patriarki.

Cara kerja patriarki masuk yang paling kuat melalui individu, pemikiran, perasaan, kalau bahasa kerennya Psychological Opression of Women. Penindasan ini mungkin terlihat individualistis, namun dengan massifnya pelaku praktisi akhirnya penindasan kemanusiaan perempuan yang merupakan implementasi patriarki menjadi diterima. Hanya mereka yang masih menanggap bahwa penindasan terhadap perempuan ‘tergantung’ perempuannya, dia telah menjadi agen patriarki secara tak sadar. Karena suatu yang bersifat kolektif, akhirnya menjadi behavior yang diterima laku diadaptasi, diadopsi dan akhirnya dijadikan kebenaran. Itulah sebabnya, hingga kini masih jarang laki-laki yang berani melawan Patriarki dengan melantangkan penolakan Patriarki. Umumnya mereka para laki-laki beranjak dari apa yang diperjuangkan,  yaitu kesetaraan, tapi jarang yang berangkat dari mengangkat Akar penidasan, yaitu Patriarki.

Charlotte Perkins Gilman dalam Women and Economics,  mampu memberi gambaran bagaimana Ekonomi berperan menempatkan perempuan dalam situasi tertindas “the powerless” bersama anak-anak, orang lansia, dengan Laki-laki sebagai penindas dengan alat penindasanan yaitu Ekonomi.

Kelanggengan Patriarki

Sampai detik ini, menit dan jam ini, di tahun 2011, patriarki masih merajai keseluruhan hidup manusia di muka bumi, terutama di negeri-negeri modern. Hal ini merupakan bentuk kelanggengan patriarki. Sebagaimana halnya berbagai ideologi di dunia, suatu praktik dari paham menjadi sangat berperan untuk kelanggengan patriarki, yaitu kapitalisme dan liberalisme. Bagi patriarki dimana perlawanan pertama kali terhadapnya melalui ideologi feminisme, meskipun banyak bentuk feminisme di dunia mengeroyok Patriaki, tak jua mampu mengalahkan mode dan faham ini. Menurut saya hal ini karena feminisme yang merajai juga feminisme liberal. Feminisme yang cenderung pragmatis dan tiak melakukan perombakan pada akar, namun berselingkuh dengan kapitalisme.

Persekutuan feminisme dengan kapitalisme antara lain dengan menjamurnya berbagai bentuk eksploitasi tubuh perempuan, diri perempuan dalam dunia industri, semata-mata untuk kapitalisme, namun berbungkus liberalisme yaitu individualistis perempuan, independensi perempuan. Padahal faktanya, bagaimana mungkin perempuan menjadi individu yang indipenden dan bebas manakala ia memakai kerangka pikir ciptaan laki-laki tentang konsep kebebasan. Padahal saya sangat sepakat dengan Catharine Mackinnon there is no freedom without sexual equality.

Patriarki menemukan aliansi utama dengan kapitalis dan kaum kanan (konservatif). Di Amerika Serikat, kapitalisme walaupun menjadi ideologi negara dan dianut oleh kedua partai: Partai Republik maupun Partai Demokrat, ternyata lebih erat dan rapat hubungannya dengan Partai Republik yang memang merupakan wadah bagi kaum konservatif ataupun kanan. Suatu kombinasi yang cocok. Lebih jauh lagi, disebabkan Partai Demokrat-pun berideologi kapitalis namun liberalisme ekonomi tidak terlalu menjadi pegangan Demokrat. Feminisme Liberalis-nya lah yang menjadi panutan para perempuan di kalangan Partai Demokrat. Bagaimanapun, asumsi kebebasan individu perempuan kini telah membuat banyak perempuan Amerika mencapai  posisi dan statusnya. Adapun eksploitasi keperempuanan oleh Kapitalisme, melalui berbagai industri Ketubuhan Perempuan maupun industri pornografi tak pernah menjadi bahasan penting feminis liberal.

Advertisements