Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

August 2011

Look into yourself and be Proud

Look into yourself and be Proud, you were born in Indonesia, the soil of God-Godess ever created for Human.

The lands of miracles and perfection, not yet uncover.

The cultures of Nuswantara where human ability to live and recreate is the greatest on earth.

The cultures that cultivate millions of arts and beauty. Through its tradition and mores.

The cultures that bear: thousands tastes of food and beverages, millions of clothes and textures, hundreds of hut and house architectures..and what will be revealed millions of ancient buildings of pyramids, temples, towers, acropolis.

You should be proud: don’t you see Indonesians can play classical music from piano to flute, to tamborine and sampodia, out of Haydn and Debussy or Mozart, while Indonesia can play Gamelan of which the melody merely different, and can play any songs with only Bamboo of Angklung..

And how Indonesian either can dance ballet of Swan Lake or Bedhaya and Jaipong, how those are Indonesia flesh and bones. The Bodies that has been and always be part of Great-great Ancestors of Gods, and Great Grand Parents.

The chips of program or OS (operating system)of any ability of human kind was there, in the soul and body of Indonesia women and men..So do not Soul searching outside Indonesia..it is here, here in the land, the sea, the air of Indonesia.

The lands where the forest and the sea are still guards by Gods/Goddess, only the human that lives in Indonesia still do not acknowledge the manager of the Natures. The Indonesian natures have lots of mountains, trees, stones that most of it are still covered by the power of the Gods. When human neglect the Gods/Godesses whom own the natures, it makes nature out of human control.

Do not soul searching outside–Not from the lands of countries which Always in conlfict –the Gulf.

It’s all here, and be Proud.
@Umi Lasminah 20Agustus,2011

twitter: @umilasminah

Kebudayaan Nuswantara

Kebudayaan adalah naluri dan nurani yang menghentak kesadaran bagi kehidupan hakiki manusia. Kebudayaan adalah jelmaan ketiadaan menjadi ada. Ketidak teraturan menjadi tatanan. Keberagaman menjadi rasa. Keunikan yang bercampur menjadi bumbu.

Kebudayaan tidaklah diam dan statis. Kebudayaan bertumbuh hingga puncak, Tujuan kembali kepada asalnya: Sangkang Paraning Dumadi.

Nuswantara pun begitu.
Nuswantara adalah semesta laut, air, tanah dan udara tempat budaya manusia lahir, atas momongan langsung para dewa-dewi, hapsoro-hapsari.

Kebudayaan sejati bukanlah yang menjauhkan manusia dari pengelola Alam, dari penjaga dan penguasa Semesta. Kebudayaan sejati adalah percakapan batin dan penghormatan manusia dengan Yang Gaib, sesuatu Yang Tak Kelihatan bukan berarti tak ada. Semata yang Melihat dan Merasakan AdaNya.

A-gama–artinya tidak tak teratur. Ajaran yang Mengatur, bukan lembaga, bukan institusi apalagi instansi Kekuasaan.

Ajaran Leluhur adalah ajaran yang Mengatur. Memberi arah pada manusia untuk dapat hidup sejahtera di alam dunia, agar dapat mencapai surga/suralaya. Arah hidup sejahtera dan mencapai surga tidak selamanya hanya mengacu pada perbuatan baik. Ada Perilaku, laku yang harus dijalankan. Laku dapat menetapkan bahwa manusia yang belum tiba suksmanya ke nirwana menjalin hubungan dengan para manusia di arcapada. Namun,kyai/nyai dangyang, hapsara-hapsari, widodara-widodari, dewa-dewi dan batara-batari adalah para pihak dan leluhur yang menjembati manusia ke arah kemuliaan. Kemuliaan bukanlah pada kebaikan, kepatuhan, dan atau kerendahan hati, namun kini ketegasan, kebanggaan dan kepercayaan pada diri adalah hal yang mutlak harus dimiliki sebagai laku untuk Membangkitkan kebudayaan warisan Leluhur.

Ketegasan untuk mengacu dan menjalankan pakem yang diajarkan pada masa lalu, pada masa Kejayaan Nusantara. Di antaranya adalah tatacara dan penghormatan pada leluhur dengan berkomunikasi menggunakan dupa dan menyan. Menghormati Leluhur berurut pada beliau masa hidupnya lebih dahulu (lebih tua), lalu yang muda, misalnya Eyang Pangeran Diponegoro adalah lebih dahulu daripada Eyang Supriyadi (pendiri Peta), dst.

Kalau dipersingkat mungkin Trisakti Bung Karno yaitu Kepribadian Yang Berbudayaan –adalah kebudayaan Nusantara. Bukankah semua adat di Nusantara mengharuskan kita menghormati nenek moyang, pahlawan (pendahulu) bukankah beliau semua adalah Leluhur.

Jika menghormati dan menghargai Leluhur lalu dianggap sebagai tindakan yang tidak baik, tidak patut dilakukan siapa yang mengajarkan hal itu, darimana asal ajaran itu?

Negeri-negeri yang dahulu jauh dibelakang Nusantara, China dan India adalah negeri yang mencontoh Kebudayaan, ajaran dan teknologi Nusantara. Kini, jika kita akan mengambil kembali ajaran yang terlepas karena waktu..maka tak ada yang akan menghalangi selain waktu.

Waktu adalah yang mengambil sekaligus yang memberi, kita hanya bersiap dan bersiap siaga, menerima hadirnya bangkitnya Kebudayaan Nuswantara…

@Umi Lasminah, 18 Agustus, 2011, Respati. Pon.

Dirgahayu Nuswantara-Indonesia

Aku tak akan ikut memaki
Di hari jadi ke 66 Proklamasi
Walau tak ada Pemimpin Bijak
Walau institusi Negara retak

66 tahun bukan negeri muda
Negeri berdiri atas bimbingan Sang Hyang
Walau tak sempurna
Pancasila sejarah Nyata
Akar masalalu nan Jaya
Negeri berjaya Nuswantara

Walau tak sempurna
Leluhur titipan Pusaka
Tanah air
Nusantara Indonesia

Pulau-pulau berjajar
Gunung-gunung dan timbunan pusaka
Bukti kebesaran negeri
Menanti bangkitnya putra-putri
Haturkan bakti
Tetapkan hati
Janji mengabdi pada negeri
Semata-mata bagi Negeri
Warisan Leluhur
Pusaka Abadi nan Jaya

Nuswantara Jaya
Rahayu Jagad

Kamis, Respati, pon, 18Agustus,2011

Sejatinya Partai Politik- the Real Political Party

Sejatinya Partai Politik- the Real Political Party
by Umi Lasmina on Friday, August 5, 2011 at 10:08am

Partai Politik adalah organisasi yang menyatukan mimpi orang perorang, menjadi mimpi bersama, hingga akhirnya menjadi harapan kolektif, dan wadah mewujudkan harapan bersama. Di saat bangsa Indonesia dijajah Belanda, para pemuda terpelajar yang memiliki mimpi sama kemerdekaan bergabung dan membentuk partai politik.

Ya partai politik, walau kini dihina dinakan, fakta sejarahnya sesungguh-sungguhnya berfungsi mewujudkan mimpi bersama ke arah yang lebih baik, ke arah kejahteraan.

Partai politik tertua Partai Nasional Indonesia yang didirikan sejak tahun 1927 adalah fakta nyata real, the real party politics, partai yang menyatukan mimpi rakyat terjajah untuk melepaskan belenggu penjajahan.

Adalah pemuda-pemudi terpelajar yang menangkap keinginan, harapan rakyat. Bagaimanapun kaum terpelajar tentu punya kepekaan menyerap kejadian, dan pengalaman dengan nalarnya secara lebih kritis. Bukankah mereka belajar berpikir rasio modern dari Barat. Dan pembentukan partai politik atau organisasi adalah salah satu syarat utama demokrasi. Sebagaimana yang dipelajari mereka tentang terbentuknya negara Amerika Serikat.

Partai Nasional Indonesia dilacak oleh pemerintah kolonial Belanda tentang niatnya, ditangkaplah Soekarno, salah satu pemimpinnya. Ditangkap dan terancam hukuman Soekarno malah menuliskan pledoi Bersejarahnya “INDONESIA MENGGUGAT” yang memuat kesadaran manusia tentang hilangnya hak-haknya kemanusiaan sebagai bangsa terjajah, oleh sistem imperilisme dan kolonialisme.

Partai Nasional Indonesia memilih tanggal berdirinya pun tanggal 4 juli, hari kemerdekaan Amerika. Namun para pendiri Negara Indonesia sadar betul perbedaan latar belakang berdirinya AS dengan Indonesia.

Amerika Serikat didirikan oleh para pengusaha dan pengacara, berbeda dengan Indonesia, para pemuda terpelajar yang didukung rakyatnya.

Itulah sebabnya walaupun mengambil sisi demokrasi Barat diawal pembentukkan Indonesia, model pemerintahan awal adalah untuk kembali menanamkan prinsip pembentukan organisasi partai untuk menampung mimpi berbagai-bagai rakyat yang baru merdeka. Ya, Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta 16 Oktober 1945

Kemurnian partai politik saat itu terbukti dan teruji. Bukan untuk cari posisi, apalagi didirikan untuk mengusung seseorang jadi presiden. Apalagi yang didukung atau dititipi oleh bangsa/negara lain.Bagi negeri yang memiliki landasan sejarah panjang pembentukan negara-negara besar, yang berdiri jauh sebelum Amerika berdiri, tentunya ada suatu yang aneh tentang kondisi ini. Ada suatu yang hilang missing link, bagaimana kebesaran dulu hilangl, apakah roda berputar dan selalu dibawah…

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑