Orang biasa adalah rakyat kebanyakan. Orang biasa Jakarta biasanya lulusan SMA/SMU-Laki-laki atau perempuan. Orang biasa sekarang dalam kondisi susah. Tetangga saya kanan kiri pengangguran. Pengganguran dalam arti tak berproduksi diri di rumah, maupun di luar rumah. Keterampilan tak ada. Ijizah SMA tak ada artinya.

Orang biasa kini dirundung kemalangan yang luar biasa. Mereka hidup dalam ketiadaan Penghargaan atas diri mereka sendiri, maupun oleh Negara. Mereka ditelantarkan sehingga terus menganggur.

Mereka yang dari daerah terpaksa datang ke Jakarta bekerja dengan berjualan. Berjualan. Walaupun bukan pekerjaan sulit, tentu butuh kesabaran dan ketekunan. Namun berjualan yang paling mudah adalah berjualan asongan. Di jalan, di stasiun bis, stasiun kereta atau dimana saja ada keramaian. Hasilnya tak seberapa, cukup  untuk makan 3 kali saja pasti bagus…

Orang-orang biasa adalah benar-benar biasa dalam artian sederhana. Pikiran sederhana (tidak kritis), dan biasa menerima kesusahan…Orang-orang biasa tak biasa menggunakan pikiran dan kesadarannya untuk memikirkan selain diri sendiri (perut), keluarga (makan pangan) dan kebutuhan sehari-hari. Namun bukan berarti mereka tidak punya pikiran, tidak berpikir…Namun dari 24 waktu yang ada…mungkin hanya berapa persennya digunakan untuk memikirkan di luar dirinya, Tak Apa. Wajar. Orang-orang biasa membutuhkan didorong dan diaffirmasi kesadarannya/pikirannya. Seperti misalnya

@bersambung

Advertisements