Ini tulisan sederhana tentang rasa cinta pada Negeri bukan negara, negeri yang menjadi ruang hidup bersama manusia di dalamnya (tanah,air dan udara). Namun berhubung batas-batas negeri (nagari) modern kini dikenal sebagai negara, maka nasionalisme dikenal sebagai kecintaan pada negara. Dan saya, keluarga dan teman yang tinggal di jakarta masuk dalam negara indonesia, maka mau tak mau terbawa pandangan orang terhadap tindakan dan pikiran tentang kecintaan dengan sebutan nasinalisme.

Cinta negeri kalau secara luas mungkin dapat disebut sebagai Nasionalisme. Nasionalisme Indonesia adalah suatu feeling. Perasaan cinta, kebersamaan dan perasaan sayang pada sesama bangsa Indonesia (orang yang lahir,dibesarkan,hidup makan dan minum bernafas di tanah air indonesia). Namun kecintaan pada negeri yang lebih kecil, kampung halaman di Provinsi (Padang, Medan) atau juga yang lebih kecil lagi Pariaman, Kuningan (Jawa Barat)

Kecintaan pada Indonesia umumnya ditunjukkan dengan hadirnya perasaan bangga dan kagum terhadap apa yang dilakukan oleh sesama bangsa. Paling terasa bila kita hidup dan bertemu di luar negeri.

Seperti suatu ketika saya tak tahu harus tinggal dimana ketika di suatu negara yang biaya hidupnya mahal, dan uang menipis. Lalu cari sana sini akhirnya menumpang di teman sesama WNI. Teman yang menolong saya ini bukan berasal satu suku dengan saya, ia dari Sumatera, saya dari Sunda. Namun rasa persaudaraan dan tolong menolong terjadi begitu saja, walaupun kita tak pernah berkenalan, tak pernah bertemu sebelumnya..

Selain perasaan keterikatan pada suatu negeri asal geografi yang sama, kita juga biasa menjalin kedekatan dengan sesama Asia atau Afrika, pada titik ini kedekatan kemanusiaan dijembatani oleh ras. Seperti pada suatu konferensi internasional, mereka yang berkulit putih cenderung berkumpul dengan yang kulit putih, juga yang berkulit hitam, kuning dan coklat. Semua hanyalah bagian dari psikologi manusia untuk mimicry–semua yang dekat adalah cerminan diri. Karena orang-orang yang terlihat sama kulit, mata atau rambut membuat merasa ada kesamaan, maka muncullah kedekatan, bagaimanapun sesuatu yang asing lebih membuat manusia enggan karena ada kekhwatiran terhadap yang asing tersebut, sedang terhadap yang ada kemiripan, keterasingan dan kekhawatirannya mungkin sedikit berkurang…

Dalam buku the Racial Contract, Charles W. Mills antara lain mengungkap adanya pola sistemik dari perilaku rasialis di seluruh dunia.

@Umi Lasminah, bersambung

Advertisements