Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

December 2011

Catatan Akhir Tahun 2011, Puncak Demokrasi Bohong

Catatan Akhir Tahun 2011, Puncak Demokrasi Bohong

Aku tak pernah menulis catatan akhir tahun diblogku atau dimanapun. Tapi tahun 2011 sepertinya menjadi tahun istimewa sepanjang hidup, tahun penanda jaman.

Di Indonesia tahun 2011 menyisakan derita panjang rakyat yang terus-menerus menelan kata-kata bohong lembaga-lembaga yg dilahirkan oleh apa yang disebut demokrasi.

Kebohongan panjang selama tahun 2011 adalah buah dari pelaksanaan Demokrasi Bohong Pemilu 2009. Demokrasi Bohong dilakukan oleh Pemerintah yg melaksanakan Pemilu:

– Depdagri dgn data pemilih,

– KPU dengan pelaksaan &penghitungan suara,

– MK dengan obrak-abrik sistem Pemilu dari sistem kolektif parpol menjadi sistem Individu suara terbanyak,

– Partai penguasa/pemerintah curang luar biasa (dalam pilpres/pileg), dengan tidak hanya memperdayakan angka, tapi rupiah program APBN maupun disebarkannya uang dari para caleg

 

Demokrasi Bohong adalah

– Pemilu curang, yang juga didukung oleh Institusi Bohong (MK dan KPU, Bawaslu)

– Hukum yg dilangkahi martabat o/ aparat hukum&korporasi tebang pilih (kasus yg jelas salah bebas dr penghukuman kasus Century, kasus rakyat kecil dilindas hukum korporasi Prita Mulyasari, nenek yg dianggap mencuri Kakao di Kebumen, terakhir remaja pencuri sandal dijatuhi hukuman 5 tahun)

– Aparat keamanan bukannya bertindak sebaliknya, bukan sebagai Pelindung tapi Yang Membuat takut

– Segala institusi resmi yang melakukan fungsi sebagai Pemerintah, Lembaga Yudikatif, Maupun Legislatif tidak melakukan fungsinya—juga Media massa yang tidak berpihak pada Politik Rakyat adalah bentuk Empat Pilar Pembohong

– Kebohongan yang paling parah adalah Tidak Berjalanannya segala institusi Resmi yang dibentuk oleh Presiden: Institusi Katastropik /Bencana alam ngurusi peninggalan purbakala, P4P Papua tak ada kerjanya, Staf sus Mafia Hukum, dan lain-lain.

Soal Demokrasi Bohong, tak kurang para Tokoh Agama mendirikan Rumah Kebohongan di bulan Januari 2011, dan terus memaparkan bukti-bukti Kebohongan Pemerintah.

Bayangkan Tokoh Agama saja tidak digubris oleh Pemerintah, dan agama yang diwakili juga lintas agama. Apakah ini berarti Pemerintah tidak beragama atau tak peduli lagi, karena toh mayoritas warga Indonesia yang beragama tidak bergerak bersama melawan langsung Pemerintah yang  Bohong secara massif, aktif dan radikal.

 

Kebohongan juga ditunjukkan dengan TIDAK DILAKSANAKANNYA keputusan MA terkait Hak Beribadah GKI Yasmin di Bogor…

 Demokrasi Bohong: Lingkaran Presiden Republik Indonesia

 Demokrasi Bohong juga ditunjukkan oleh staf khusus Presiden, Andi Arief   Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) dan para kroni-nya baik dari lembaga ilmu pengetahuan resmi maupun sebagai individu. Staf khusus presiden Andi Arief telah bertemu dan menjalin komunikasi dengan tim Turangga Seta terkait bangunan-bangunan ditimbun di Indonesia, salah satunya di Garut, Gunung Sadahurip. Ternyata Andi Arief tidak mendukung secara tulus Turangga Seta dalam mengungkap kebesaran dan kejayaan Leluhur Nuswantara tetapi memiliki agenda sendiri: apakah  mencari harta karun atau yang lain. Sehingga dalam berbagai kesempatan Turangga Seta yang berniat melakukan seringkali dihambat oleh pihak pemerintah. Bahkan Turangga Seta pernah yang dibulan Februari 2011 pernah melakukan presentasi berbagai temuan Departemen Pariwisata dihadapan para Arkeolog Nasional (termasuk professor), tak ada yang secara resmi dan aksi mendukung Turangga Seta.

Disamping staf sus Presiden yang bohong (dengan tidak mengedepankan fakta bahwa Turangga Seta adalah penemu dan peneliti pertama Gunung Sadahurip, para peneliti resmi Indonesia baik dibidang ilmu sains juga ilmu arkeolog tidak memiliki dedikasi dan BOHONG. Diantaranya ditunjukkan oleh Dr.Andang Bahtiar (Arema, Geologist Merdeka, Ketua Dewan Penasehat IAGI, Chairman Exploration Think Tank Indonesia) yang telah bersama Turangga Seta melakukan uji Geolistrik, lalu menyangkal telah melakukan uji geolistrik dan mengeluarkan pernyataan, padahal video pernyataannya sudah terekam, dan jelas menyatakan bahwa gunung lalakon anomaly, ada suatu yang teratur dan seperti manmade bukan alamiah.

Hingga kini para peneliti baik ilmiah, maupun social, terutama Sejarah dan Arkeolog masih terkungkung oleh kebohongan yang diciptakan pengetahuan Barat, dan tak mau belajar bahwa ada kebenaran dalam pengetahuan Nuswantara. Bahkan ketika pengetahuan baratpun sudah dikemukakan dan dianggap kebenaran, Andang Bachtiar dengan upayanya mengamankan profesi dan keilmiahannya tak berani beranjak mengikuti nurani. Tak bedanya dengan anggota cabinet, atau pemerintahan yang demi mempertahankan kekuasaanya tak berani bersikap benar dan tegas untuk suatu yang lebih besar lebih luas, yaitu Kebenaran Nuswantara dan Dunia.

Mengenai upaya-upaya kebohongan yang telah dilakukan secara sistematis pemerintah terhadap temuan dan kerja Turangga Seta dapat dilihat Siaran Pers Organisasi Advokat Indonenesia  ( https://wartafeminis.wordpress.com/2011/07/29/siaran-pers-organisasi-advokat-indonesia-oai-tentang-fenomena-piramida-gunung-lalakon/ )

Kiranya kita semua berani menghentikan segala Kebohongan yang telah mendarah daging dan menyambut Kebenaran yang akan datang sebentar lagi, Kala Jaman Baru Tiba. Kebenaran yang datang mungkin akan menyakitkan dan membawa Korban namun selalu Menang.

Penanda Jaman

 Tahun 2011, adalah 500 tahun setelah 1511 (ketika pertama Portugis hadir di Banteng). Tahun 2011 memberi tanda jaman yang luar biasa bagi Bangsa Nuswantara:

Negara Adidaya Amerika Serikat dipimpin oleh Obama, seorang yang pernah minum dan makan di tanah Nuswantara

  1. Obama pula yang dijaman pemerintahannya berhasil membunuh Osama bin Laden (padahal Bush yang militer bersusah payah untuk memburu Obama)
  2. Tahun ini bencana Sosial dan Alam dunia merata dan justru terjadi di Negara-negara Modern (barat Kapitalis) dan bukan di Negara yang paling tidak masih memegang teguh tradisi Kuno (atau ajaran yang mirip yang diajarkan Soekarno) China, India, Cuba,
  3. Yunani, Negara anggota Uni Eropa yang mengajarkan system modern demokrasi adalah Negara yang di Eropa mengalami krisis kebangkrutan mengikuti negeri Islandia
  4.  Amerika Serikat, juga mengalami kemunduran ekonomi dengan turunnya tingkat kemakmuran-kebaikan perbankan dari Standard and Poor AAA+ menjadi hanya AAA
  5. Lalu di Amerika Serikat terjadilah gerakan Occupy Wall Street suatu bentuk demokrasi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan hingga kini belum mengarah secara jelas dalam konteks kenegaraan, karena Presiden Amerika Serikat masih Obama, anggota Kongres dan Senat masih berjibaku.
  6. Bencana Alam di seluruh dunia yang anomaly dan luar biasa, tidak bisa dijelaskan. Walau sering diklaim sebagai Global Warming, semua itu tetap tak bisa menghentikan lajunya—tak bisa diperkirakan gerakannya
  7. Becana alam telah terjadi di Australia, di China, Philipina, Iran, Turki, Thailand..
  8. Di Nuswantara banyak tanda ditunjukkan oleh Leluhur mengenai perubahan jaman, dan hanya orang yang “membaca” yang dapat mengidentifikasi hal-hal yang terjadi sebagai tanda. Mulai dari serangan ulat bulu, penemuan benda-benda kuno, tulisan para peneliti asing tentang Nuswantara dan terakhit Sondang.

  Demi Nuswantara yang Jaya Wijayanti, kita harus berani menyatakan Kebenaran, kita Sambut Pemomong Nuswantara Eyang Togog kembali mendampingi, setelah Beliau pergi Ke Barat dan mendampingi Barat, sehingga Barat mengalami kemajuaannya (di Barat Revolusi industry dimulai Abad ke 16, saat itulah Eyang hadir dan memomong warga di sana)

Umi Lasminah

30 Desember 2011

Akses informasi tentang Turangga Seta dapat dibuka di www.lakubecik.org

 

Dimana Perempuan dalam Perjuangan Hak Asasi Manusia

Dimana Perempuan dalam Perjuangan Hak Asasi Manusia

Bulan Desember 2011 menjadi bulan penting mengingat pada bulan ini, ada beberapa tanggal dalam satu bulannya yang diperingati dalam kalender untuk menjadi pelajaran sebagai bangsa, sebagai warga Negara, warga dunia. Tanggal 9 Desember Hari Anti Korupsi, tanggal 10 Desember Hari Hak Asasi Manusia dan tanggal 22 Desember Hari Ibu (hari pergerakan Perempuan Indonesia).

Pada Kongres tersebutlah Gerakan Perempuan Indonesia memformulasikan diri dalam politik dan keterlibatan memperjuangkan kemerdekaan, walaupun dalam bungkus ‘non politis”. Hal tersebut dapat dinyatakan sebagai awal puncak gerakan perempuan berjuang untuk Negara Merdeka,  Kongres Perempuan 22-25 Desember 1928. Gerakan ini penting di dalam perjalanan perjuangan perempuan di masyarakat mengingat pada saat ini, berbagai organisasi perempuan pada saat itu yang berbeda ideologi dan latar belakangnya seperti Wanita Tomo, Wanita Taman Siswa, Wanita Katolik, Aisyiah, Muslimat. Beragam organisasi tersebut bergabung dan bertukar pikiran untuk kemajuan perempuan khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

(bersambung)

SONDANG HUTAGALUNG: Kumpulan Api Semangat dan Kemarahan Rakyat

Untuk mmberikan cahaya tarang kpd orang lain kita jangan takut untuk terbakar. Dan bagi mereka yg trlambat biarlah Sejarah yg mnghukumnya.(Sondang Hutagalung)

Wafatnya pejuang muda Sondang Hutagalung di depan Istana Negara Indonesia adalah pertanda. Beliau wafat bukan bunuh diri, beliau adalah kumpulan Representasi kegelisahan dan Kemarahan Rakyat Indonesia yang HAK-NYA DI RAMPAS ISTANA, Beliau adalah pahlawan yang memperjuangkan RAKYAT. Beliau merupakan kaum yang berjuang dengan caranya,pilihan militan individu, roh semangatnya tak hilang. Ia mungkin pergi tapi semangatnya BERJUANG DAN MELAWAN tidak pernah pudar dan akan diteruskan.. DURJANA telah mencengkram NUSANTARA INDONESIA–menjual Indonesia. Sondang Hutagalung bakar diri di depan Istana,

Beliau Wafat, 10 Desember, 2011, beliau tidak Bunuh Diri beliau adalah representasi kumpulan kemarahan Rakyat yg sudah Menggunung,yang Haknya dirampas Istana-Durjana.Saatnya dikembalikan. Tanda itu telah datang, yang diam biar ditelan sejarah.

There’s Nothing I can Do

How can I stop my self from thinking of you
None
There’s nothing I can do

Till Now
Never
Let it be what it’ll be

The doors
The windows
The screen
Are witnesses
of my unrestless soul
of my wondering

But tonight
I will go deep into me
To find my true me
Of loving anybody
Anybody at all

@Umi Lasminah, 5 Desember 2011

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑