Hari Kartini sebagai hari peringatan tonggak perjuangan perempuan Indonesia dan dunia akan selalu menjadikan penting pemikiran Kartini. Banyak dari pemikirannya yang sangat relevan, bahkan visioner di jamannya untuk terus digali dan dijalankan.

Kartini menjalannya sebagai manusia yang berkesadaran akan kemanusiaan, akan tingginya budi manusia adalah penentu kebaikan dan kesejahteraan.

Kehidupan Kartini saat itu tentu berbeda dengan kondisi sekarang. Hidup dalam tradisi ningrat bagi perempuan dapat menimbulkan kegalauan luar biasa, terlebih untuk Kartini yang telah mengetahui adanya kehidupan perempuan lain di dunia, dimana perempuan sudah bebas belajar, bekerja dan menyampaikan pendapatnya. Kartini tidak seperti perempuan sekarang. Ia hidup dalam kegalauan luar biasa. Ia selalu khawatir tingkah lakunya, keinginannya dan caranya berpikir dapat mengecewakan ayahnya. Ayahnya, seorang yang sangat dicintai Kartini karena telah menyayanginya dengan baik, yaitu dengan memberikan buku-buku, majalah yang memberi pencerahan pada Kartini.

Advertisements