tnolPada tanggal 27-28 Juni, 2013, Komite  Aksi Perempuan suatu gerakan bersama buruh perempuan dan organisasi perempuan (NGO) maupun individu mengadakan rapat kerja dan keputusannya antaralain bersepakat untuk membentuk Jaringan Gerakan yang bekerja bersama-sama sebagai Gerakan.

Rapat kerja Komite Aksi Perempuan hari pertama a.l membahas dan mengevaluasi bentuk-bentuk jaringan dan gerakan yang sudah berjalan. Hari pertama juga diisi oleh narasumber yang memberi masukan tentang gerakan buruh berorganisasi oleh  Majelis Pekerja Buruh Indonesia/ MPBI Said Iqbal, serta Ruth Indiah Rahayu (Barisan Perempuan  Indonesia), Ari Sunarijati memberi gambaran gerakan perempuan dalam gerakan buruh (FSPSI Reformasi) dan paparan gerakan perempuan di Indonesia flash back pada masa Orde Baru oleh Yuniyanti Chuzaifah (Komnas Perempuan)

Komite Aksi Perempuan telah mulai bekerja sejak Januari 2013, dan puncak kerja bersama Pertama adalah pada Hari Perempuan 8 Maret 2013, Komite Aksi Perempuan menagih janji Negara atas pemenuhan hak asasi manusia perempuan. Aksi 8 Maret diikuti ribuan buruh dan perempuan dari berbagai organisasi yang mengirimkan surat tagihan pada Departemen Pemerintahan, sejalan dengan tema Hari Perempuan 2013 Perserikatan Bangsa-bangsa, Promise is Promise

Dan demi untuk mematangkan konsep sebagai jaringan Gerakan, maka pada tanggal 27-28 Juni 2013 diadakan pertemuan untuk membahas konsolidasi dan bentuk gerakan.
Pada tanggal Hari Jumat, 28 Juni, 2013 di  Wisma PKBI Jakarta disepakati:
1. Komite Aksi Perempuan adalah gerakan laboring dan mothering semua perempuan adalah buruh dan ibu, laki-laki yang berspesktif keduanya buruh dan ibu menjadi bagian dari K.A.P
2. K.A.P bersifat sukarela dan komitmen kesertaan dalam K.A.P adalah melalui kontribusi dalam gerakan ini
3. K.A.P bukan lembaga, bukan organisasi sehingga tidak melembaga dan tidak menerima donor, pembiayaan gerakan bersifat mandiri

Terkait prinsip dan konsensus gerakan akan dirumuskan kembali serta dikordinasikan oleh mereka yang telah disetujui dalam forum pertemuan ini untuk menyusunnya.

ImageImageul@wartafeminis

Advertisements