Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

July 2013

Globalisasi Tipuan Pengusaha Negara Maju Lewat WTO dan FTA

Jakarta, 24 Juli 2013, WF. Menyikapi akan diselenggarakannya UN High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) on the Post 2015 Development Agenda (Maret), kedua, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit (1-8 Oktober 2013) di Bali, dan ketiga Pertemuan Tingkat Menteri, Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO, 3-6 Desember 2013).Komite Aksi Perempuan mengadakan Diskusi Dampak Agenda Globalisasi terhadap Perempuan di PKBI Jl.Hang Jebat 24/7 pkl.15.00-.  Narasumber diskusi ini 1.  Dewi Amelia (Anggota Dewan Pimpinan Pusat AGRA/ Aliansi Gerakan Reforma Agraria dan Ketua SPI/ Serikat Perempuan Indonesia-Bandung) 2. Rachmi Hertanti (IGJ/ Institute Global Justice)

Paparan Rachmi Hertanti tentang Globalisasi adalah Gombalisasi Perdagangan Bebas (FTA/Free Trade Agreement). Bahwa WTO meskipun beranggotakan negara-negara di dunia, realitasnya siapa dibelakang negara tersebut. Utamanya adalah Negara maju dibelakangnya adalah pengusaha dan perusahaan yang menginginkan ekpsansi pasar, dan supply bahan mentah. Dengan kondisi perekonomian dunia dengan Supply Chain (pekerjaan semuanya di subkontrakan) khususnya dalam perakitan barang manufaktur. Tak ada satu tempat yang memproduksi 1 produk keseluruhan, melainkan terpecah-pecah, dari spare parts (diproduksi di negara ini dan itu, asembling di negara lainnya) dst. Dan Indonesia hanyalan pemasok bahan mentah dan pasar. Semuanya adalah bagian dari WTO-FTA, Indonesia menjadi anggota WTO sejak 1995 ratifikasi, dan terus harus tKAP24JULI WTOunduk pada Peraturan Dagang. WTO sendiri mulanya tak begitu sukses, sehingga diluncurkanlah FTA dengan segala gombal informasi: bahwa globalisasi perdagangan bebas meningkatkan pembangunan, daya saing, padahal Faktanya FTA adalah pemaksaan kebijakan dari Luar Negeri/Pengusaha agar mereka bisa menguasai pasar Indonesia dan menguasai produk mentah Indonesia, serta masuk dan menguasai usaha jasa kehidupan manusia (ekonomi, sosial, politik dan budaya).

Masyarakat Indonesia secara luas tak terlalu ‘ngeh’ tentang bekerjanya WTO/FTA, tetapi produk pertanian yang masuk, petani Indonesia yang tidak maju-maju karena kebijakan yang dipaksakan oleh pengusaha di luar negeri. Bahkan terjadi kasus Petani Indonesia penemu benih dituntut oleh Anggota WTO dari Negara maju karena petani tersebut menemukan benih yang mirip benih produksi negara maju tsb yg sudah dipatenkan. Negara-negara maju tentu saja akan menang di pentas Pengadilan Internasional, karena mereka yang merumuskan dengan ahli-ahli dan membuat celah-celahnya, dan pasti lawyer/pengacara internasional dari Negara Maju menguasai bahasa Inggris dsb. sehingga seringkali Pemerintah Indonesia kalah, seperti yang baru terjadi. Maka bila ada keran impor dibuka itu terjadi baru-baru ini, ketika Gita Wiryawan ke Genewa pulang-pulang langsung membuat kebijakan impor terkait tarif dsb.

Pertemuan diakhiri dengan pemahaman yang sama tentang perlunya Indonesia keluar dari WTO…

Advertisements

Gayatri Wailissa: Remaja Putri Kebanggaan Indonesia

Jakarta, 23 Juli 2013, Minggu lalu saya menonton Kick Andy 21/7/2013, tentang dua remaja putri yang berprestasi mengharumkan nama Negara di Dunia. Mereka adalah Adelin dan Gayatri Wailissa. Adelin adalah remaja yang aktif menggugah kesadaran tentang lingkungan hidup dalam Sahabat Alam, sedangkan Gayatri adalah Duta Anak ASEAN yang berasal dari Ambon.

Gayatri Wailissa menggugah perhatian kita semua yang menonton. Gayatri remaja dari Ambon Maluku ini membuatku terkesima dan bersyukur, masa Kebangkitan telah akan tiba. Kala bendu (masa Nuswantara hidup susah) akan kita tinggalkan.

Gayatri membuktikan bagaimana anak Indonesia dapat menjadi apapun bila berkehendak, dan pastinya memang Beliau juga telah dibimbing oleh yang tak Tampak, dia punya bakat garis darah Leluhurnya. Gayatri menunjukkan bahwa kreatifitas, keinginannya belajar bahasa dapat dilakukannya. Gayatri menguasai bahasa-bahasa Asing tanpa pernah kursus satu kalipun. Ia menggunakan potensi yang ada buku-buku di perpustakaan, yaitu dirinya dan internet (menggunakan chating/yahoo chat) untuk mengecek spelling dan teks. Ia anak dari keluarga sederhana dari ayah yang merupakan perajin hiasan huruf di kaki lima di Ambon.

Kemampuan Gayatri berbahasa asing membuatnya ditawari bekerja di UNESCO, UNICEF dan lembaga lain, ia tak mau…Kalaupun ia mau katanya ia akan bersekolah di luar negeri dan akan kembali mengabdikan diri bagi Negeri Indonesia. Itulah anak yang patut diteladani, mencintai tanah airnya–tanah dan air yang memberinya makanan (tumbuhan dan minuman) yang menghidupinya…

Gayatri seorang patut diteladani, bekerja, dan berpikir bagi orang banyak bahkan sejak kecilnya…

Masih banyak pastinya Gayatri lain di Nuswantara…kita berharap akan segera muncul…

Gayatri Wailissa, remaja berdarah Jawa-Ambon, adalah inspirasi manusia semesta, yang cinta tanah airnya, tetap optimis dan terus meluaskan diri dan berbagi…

SELAMAT HARI ANAK INDONESIA, 2013Gayatri Wailissa–Mari Bersama Menggali Potensi Diri

================00=================

Gayatri Wailissa “doktor” cilik yang kuasai 11 bahasa asing
AMBON, KOMPAS.com*—*Terlahir dari keluarga yang sederhana, tidak membuat Gayatri Wailissa menyerah untuk mengejar impiannya. Diusianya yang baru 16 tahun, anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty, telah mampu mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Gayatri memang bukan anak gadis biasa, kemampuannya melebihi anak seusianya. Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini, dia telah mampu mendunia dengan segudang prestasi. Terakhir, Gayatri bahkan menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia.
Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi Gayatri. Keterbatasan materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.
Bakat yang dimilikinya tidaklah sedikit. Gadis ini menguasai banyak kesenian seperti baca puisi, teater, dan drama. Dia juga lihai dalam bermain biola dan menulis. Bukan itu saja, yang paling menakjubkan dari diri gadis belia ini adalah kemampuannya di bidang linguistik. Tak kurang dari 11 bahasa dia kuasai, mulai dari bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, dan India dikuasainya dengan baik dan fasih. Saat ini, dia juga sedang belajar bahasa Rusia dan bahasa Tagalog.
Menurut Gayatri, kemampuannya mempelajari banyak bahasa asing tidak melalui kursus, tetapi dengan cara yang sangat sederhana yakni mendengar lagu dan menonton film asing, kemudian dia terjemahkan melalui kamus.
”Saya tidak punya biaya, keluarga saya sederhana, saya hanya suka nonton film kartun dan dengar lagu bahasa asing, rasa penasaran saya akan bahasa membuat saya mencari tahu arti dan bagaimana mengucapkannya, dari buku saya pelajari tata bahasanya, dari film dan lagu saya pelajari pengucapannya, dan dari kamus saya hafalin kosakatanya. Begitulah cara saya mempelajari bahasa asing,” ungkap Gayatri di Kantor AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Ambon, Senin (17/6/2013).
Di hadapan para wartawan, Gayatri lalu mendemonstrasikan kemampuannya berbahasa. Sebelas bahasa yang dikuasainya itu lalu diucapkannya secara fasih dan membuat wartawan terheran-heran.
Gayatri mulai mendunia kala berhasil masuk seleksi untuk menjadi duta anak, mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Dari situ, dia mengikuti seleksi kepribadian hingga kemampuan intelektual. Dia lantas masuk 10 besar dari ribuan siswa yang ikut seleksi sebelum terpilih mengikuti seleksi mewakili Indonesia menjadi Duta ASEAN untuk anak tahun 2012-2013.
Gayatri, kemudian terpilih mewakili Indonesia ke tingkat Asean dan mengikuti pertemuan anak di Thailand dalam Convention on the Right of the Child (CRC) atau Konvensi Hak-Hak Anak tingkat ASEAN.
Untuk pertama kalinya seorang anak Maluku, mengemban tugas negara dan menjadi delegasi tunggal. Dalam forum Asean ini, Gayatri mendapat tempat terhormat dan disapa doktor karena kemampuan 11 bahasa asing yang dikuasainya itu.Dalam forum itu, Gayatri mangatakan, dirinya ditunjuk sebagai penerjemah ketika peserta forum anak menyampaikan sesuatu.
Dalam forum itu juga dia mendapat gelar doktor oleh peserta forum tersebut. ”Karena hanya saya yang mampu menguasai 11 bahasa, saya diminta membantu menerjemahkan ketika peserta forum anak ingin menyampaikan sesuatu, saya lantas diberi gelar doktor karena kemampuan saya itu,” kata Gayatri yang pernah menjabat pemimpin redaksi untuk koran Suara Anak Maluku.
Menurut Gayatri, kesuksesannya menjadi duta ASEAN tidak lepas dari doa dan dorongan kedua orangtuanya. Dia mengakui, selama ini hanya Wakil Gubernur Maluku yang membantunya saat mewakili Indonesia di Thailand. ”Secara nasional, orang mengenal saya sebagai Duta ASEAN untuk anak asal Maluku, dan saya bangga karena saya terlahir sebagai putri Maluku, tapi di tempat kelahiran saya sendiri, saya tidak dihargai, semua upaya saya untuk mengharumkan nama Maluku sama sekali tidak berarti, saya terus bertanya mengapa saya diperlakukan seperti ini?” tanya Gayatri.
Ketika pemilihan Putri Indonesia, lanjutnya, begitu banyak baliho dan pengumuman yang dipasang di seantero Kota Ambon. Namun, betapa kecewanya Gayatri ketika kepulangannya ke tanah kelahirannya dari Bangkok, hanya ayah dan ibunya yang menjemputnya di Bandara Patimura kala itu.
Tidak juga terlihat ada baliho di jalan-jalan. ”Mungkin menjadi Duta ASEAN untuk anak ini bukan sesuatu yang penting barangkali bagi pemerintah kita,” keluhnya.
Dia mengungkapkan, sebelum ke Thailand, dia bersama sang ibu pernah menemui Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Di Kantor Gubernur Maluku, banyak yang didiskusikan. Dia juga sempat meminta Gubernur agar memberikan beasiswa serta percepatan ujian dini bagi dirinya. Namun jawaban Gubernur, “soal beasiswa lihat saja di internet”.
“Saya disuruh lihat beasiswa di internet. Soal permintaan ujian dini juga ditolak Gubernur,” ungkapnya.
Karel menolak memberikan beasiswa dan tidak dapat mewujudkan keinginannya mempercepat pendidikan agar bisa ikut ujian SMA tahun ini sebab Gayatri masih duduk di kelas dua SMA. Namun hal itu bukan menjadi rintangan baginya.”Life must go on, hidup harus terus berjalan,” ungkapnya.*

“Saya sadari mungkin pemerintah kita punya banyak kesibukan selain memberi perhatian pada anak-anak seperti saya, saya tidak akan patah semangat karena hidup saya masih panjang ke depan,” tegas putri kedua dari tiga bersaudara ini.
Toh, kata Gayatri, dia sudah ditawari begitu banyak kesempatan yang ingin segera dia raih, mulai dari melanjutkan kuliah di sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, bahkan mendapat tawaran sekolah diplomat di Sydney, Australia. ”Kendala saya hanyalah saya tidak bisa mempercepat kelulusan saya dari SMA, mestinya saya bisa lulus tahun ini, agar segera bisa kuliah, saya ingin menjadi diplomat termuda sebelum usia 20 tahun,” harapnya.
Kini Gayatri masih menjalani pendidikan di SMA Siwalima, SMA unggulan di Maluku. Banyak rintangan yang dihadapi, tapi prinsipnya luar biasa dan selalu memotivasi dirinya. ”Berpikir dan berbuatlah di luar kotak, jika masih berpikir di dalam kotak pasti akan terbentur empat sisi kotak, tak akan bisa ke mana-mana, tapi jika bisa berpikir*out of box, kita akan menjadi manusia merdeka yang mampu berpikir terbuka,” tegasnya.
Dengan kemampuan yang dimilikinya itu, gadis yang berpenampilan sederhana ini mengaku akan mendorong anak-anak Maluku lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan bakat sehingga mampu bersaing dengan anak di daerah lainnya. “Saya lagi membuat sebuah konsep melalui kegiatan*roadshow*di beberapa sekolah di Ambon mulai dari SD sampai SMA agar anak-anak Maluku lainnya juga dapat mengembangkan bakatnya,” kata dia.
Selain mengunjungi Bangkok, Gayatri juga telah mengunjungi sejumlah negara lain seperti Singapura, Malaysia, Australia, dan Kanada. Kunjungannya ke sejumlah negara ini dalam rangka memperkenalkan budaya Indonesia dan pariwisata.
Prestasi Gayatri:
– Juara 1 Kompetisi Cerita rakyat 2006*
– Juara Bertutur Kanak-kanak 2007*
– Juara 2 Lomba CERPEN Nasional 2008*
– Juara 1 dalam lomba cipta puisi 2009*
– Juara 3 Lomba Baca Puisi Provinsi 2009*
– Juara 1 debat konsep pembangunan daerah 2010*
– Juara 2 karya tarian kreasi baru 2010*
– Juara Peragaan Busana Fashion Putri Daerah 2011*
– Nominasi 3 besar Icon Busana Nasional 2011*
– Juara 1 lomba Pidato dalam hari Anak Nasional 2011*
– Juara 2 lomba karyai ilmiah Sains Terapan 2012*
– Juara Medali Perunggu Olimpiade SAINS Astronomi 2012*
– Juara karya tulis Sastra Nasional 2012
– Juara 1 Lomba Pidato Remaja Hari Kebangkitan Nasional 2012*
– Juara esay Nasional “Hari Perdamaian Dunia” 2012 Kegiatan*

Organisasi/Kegiatan:*
– Pimpinan Redaksi Majalah Anak (Suara Anak Maluku)*
– Pengurus Forum Anak Maluku*
– Ketua Forum Perdamaian (KAPATA DAMAI)
– Penerjemah Bahasa*
– Pramuwisata*
– Penulis Sastra (Puisi, Prosa, Novel)*
– Instruktur Klub Teater*
– Penyiar Radio Swasta-Siaran Anak*
– Reporter/Presenter/Host – Icon Clip Flim Documenter*

Pertemuan NLC ke 17: Belajar Organik, belajar Resep Nenek Moyang

Jakarta-WF, Sabtu 20 Juli, di Tanah Baru, Depok Jawa Barat, Komunitas Tanah Baru (New Land Community) NLC menyelenggarakan acara rutin bulanan Koperasi-Arisan dan berbagi pengalaman dan cerita.

Acara dibuka oleh Ketua NLC Firziana Roosnaleli, dan dilanjutkan dengan berbagai pengetahuan organik oleh Bu Bibong.Pertemuan dihadiri 20 anggota NLC, acara dimulai dengan berbagi pengalaman dan cerita tentang pentingnya mulai hidup sehat dengan makan danminum dari makanan sehat oleh Ibu Bibong yang juga Anggota Dewan Asosiasi Petani Organik.
Bu Bibong menyampaikan pengetahuan 1) mengenai membuat kompos secara sederhana, bila tidak mempunyai tanah bisa dilakukan dengan menggunakan pot. 2)pentingnya menjaga dan melestarikan cara memasak dan menu asli Leluhur, termasuk di Depok dimana tempat tinggal bu Bibong, apakah benar belimbing dari Depok? Apakah tidak ada kuliner asli Depok 3) Impor-buah-buahan mesti diwaspadai terutama kandungan soda, buah-buahan impor itu biasanya mereka kemas berlapis-lapis agar tidak busuk, dengan lilin, dengan plastikd dsb…Maka sudah dipastikan buah tersebut menyerap soda dan akan meracuni 4)Kurangi penggunaan minyak dari sawit, cobalah beralih minyak kelapa.yang bisa dipakai dua kali 5)tips jika mengurangi kadar asin dalam sayuran yang dimasak adalah dengan memasukan kentang, karena kentang menyerap garam, 6)juga ada tips mengusir nyamuk dengan daun sirih, serta daun salam yang berguna untuk menurunkan asam urat…

mendengarkan bu Bibong
mendengarkan bu Bibong

dan-lain,

Para anggota NLC sangat antusias menginguti paparan Bu Bibong bahkan ingin segera mempraktekkannya…rencana pun dibuat, dan akan difollow up.

Ketika buka puasa tiba, para anggota dan tamu disuguhi kolak biji salak, lalu menyantap sayur asem, tempe-tahu bacem, ikan asin…dan camilan lain bawaan para anggota..keripik jagung dari NTT dan terakhir potong kue ulang tahun salah satu anggota NLC,yaitu Etty Yulianti yang meniup lilin bersama Sri Soekessy ibunda dari Evi Permata Sari dan Ibu Yuli tetangga NLC…

NLC adalah usaha bersama para aktivis perempuan dalam koperasi untuk dapat saling membantu dalam hal ekonomi dan usaha, mengingat bekerja sebagai aktivis cenderung sukarela dan tidak memiliki jaminan sosial. Anggota NLC membayar iuran bulanan yang dana tersebut kemudian berputar di antara anggota untuk mendukung anggotanya. Usaha bersama juga dilakukan ketika NLC berpartisipasi membuka stand dan menjual produk-produknyaNLC-20Juli2013 pada acara dan event di luar NLC.

PEMILU 2014: PERTARUHAN KEDAULATAN RAKYAT

Senin, 5 Juli 2013, Komisi II DPRRI mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Bawaslu dan Deptemen Dalam Negeri bidang Kependudukan.

Pembahasan antara lain tentang Daftar Pemilih Sementara (DPS), Keuangan dan Dana APBN serta Fungsi Bawaslu.

Pada kesempatan RDP ini terungkap adanya perbedaan signifikan tentang daftar yang penduduk yang berhak menggunakan hak pilih.  DPS masih menjadi pokok persoalan Penting, diantara 2 Lembaga Penyelenggara Pemilu dan Pemerintah tidak ada KECOCOKAN PERSIS MENGENAI DATA PEMILIH. Misalnya DP4; kpu– 190juta sekian, Bawaslu 187sekian, lalu Pemerintah sekian…

Sementara keuangan KPU mendapat jumlah uang Trilyunan sedangkan Bawaslu yang Pengawas pelaksaaan Pemilu tidak sampai 1 Trilyun…KPU juga menuntut dibangunnya Graha Pemilu alasannya gedung KPU sekarang over capacity. Disamping itu uang kehormatan (gaji) anggota KPU belum diterima unkom2-2tuk periode 2013 padahal uang itu Amanat Kepres.Image

Disamping rapat tersebut, ada juga anggota Komisi 2 Miryam S Haryani yang melaporkan perilaku PPL (Panitia Pengawas Lapangan) yang  bersifat tidak netral yaitu, memakai baju PPL tetapi mengenakan pengenal salah satu calon pilkada Maluku Utara. Beliau kemudian menyerahkan barang bukti IDCard PPL yang berpihak pada kandidat kom2-1kepada ketua Bawaslu.

Pemilu 2014 kembali akan terjadi suara Rakyat Dipertaruhkan, dan taruhannya Nasib Rakyat. Ketika suara tersebut diberikan rakyat pada Mereka yang Durjana, maka Nasib Rakyat akan hancur, kedaulatan rakyat taruhannya. Durjana terpilih, rakyat kehilangan kedaultan. Rakyat Indonesia adalah rakyat yang bersahaja, mereka pasti akan pergi ke TPS bila memberi harapan, sebagaimana terjadi pada 1955 dan 1999, saat mana suara rakyat diberikan dengan iklas dan sadar.

Kini setelah hampir 15 tahun sejak 1999, rakyat jemu dengan pemanfaatan suaranya, karena nasib mereka tak berubah. Terlebih media massa yang terus menerus memberitakan hal-hal negatif dari peserta pemilu (Partai Politik) tak heran gerakan golput terus mengemuka.

Berhubung PEMILU sebagai pilihan politik warisan Pendiri Negara, mau tak mau harus dilaksanakan, hanya, jika seluruh pelaku Pemilu (pemerintah, penyelenggara pemilu, peserta pemilu, rakyat pemilih, media massa) memiliki integritas diri sebagaimana fungsi dirinya masing-masing….maka tak akan ada suara rakyat yang dipertaruhkan, kedaulatannya dipertaruhkan.. Yang semoga terjadi adalah Suara Rakyat Tersalurkan dengan Benar.

Perbedaan Sistem Nuswantara/Majapahit (Wilwatikta) dan Negara Modern

PerBedaan jaman Nuswantara-Jaya/Majapahit dan jaman skrg

1. Rakyat kecil, Kesalahan besar Hukuman Ringan
Pejabat: Kesalahan Kecil hukuman Berat.

2. Semua orang Merdeka, tidak ada Budak, kecuali mereka Salah yang sedang melaksanakan hukuman (sistem perbudakan terutama dimulai dari Yunani/Roma, masuk ke Afrika-Asia sekitar abad ke 15)

3. Semakin menderita Raja/Ratu, semakin bahagia Rakyat. Penderitaan Rakyat ditanggung oleh Raja/Ratu yg Sakti (berat mahkota saja dipakai terus dikepala minimal beratny 40kg)

4. Ratu/Raja teruji kekuatan kesaktiannya, walaupun memiliki pengawal/bawahan Raja/Ratu lah yang melindungi Rakyat (tdk seperti jaman skrg Raja/Ratu lemah sehingga harus dilindungi pengawal/paspamres etc.

5. Tidak ada perbedaan gender dlm politik, karena baik perempuan atau laki2 dapat Menjadi Pemimpin/Panglima dsb. Bahkan tidak pandang latar belakang, spt Damar Wulan rakyat biasa yang jadi Raja Brawijaya V.
Manusia dinilai langsung  oleh Leluhur dan Sang Pencipta dari laku-nya atau perbuatannya dalam melakoni ilmu/ngelmu.

6. Perempuan dimulyakan, karena Perempuan adalah yg Pertama diciptakan sebelum manusia ada yaitu Batari Kanestren putri Sang Hyang Wening yang kemudian diperistri Batara Ismaya putra Sang Hyang Wenang yang menurunkan dewa-dewi yang mengejawantah menjadi Raja di arcapada/bumi.

7. Tata Pemerintahan telah ada dengan struktur yang hirarkis ketat (pejabat berlaku hukum pejabat), struktur pemerintahan taat demi menjaga kemakmuran.

8. Monogami adalah pakem yg dilakukan para Leluhur, hanya mereka yang diperdaya oleh Batara Kala sehingga melakukan poligami. Perempuan mau dipoligami karena emosinya kuat/sabar (tdk tegaan) sehingga mau dipoligami.

9) Laki dari segi emosional justru lemah tdk dpt mengendalikan diri, shg perang krn mudah laki2 mudah terpancing untuk marah dan ngamuk (tawuran).

10) Pada masalalu manusia mangkat/mati tdk dikubur ditanah, karena tanah (arcapada) untuk orang hidup. Kalau benar sjk jaman dulu manusia dikubur, pastinya di bumi tak ada ruang/sisa lahan lagi…karena jumlah manusia sudah bermilyar-milyar.

Kondisi yang terjadi sekarang di Negara modern Indonesia yang terbalik, akan kembali ke sediakala rakyat makmur sentosa dunia pun memuja…tunggu saja waktunya..Kita sudah memasuki salah musim.

Kembali Ke Jati Diri Bangsa Indonesia

Pidato Bung Karno (BK) beberapa tahun lalu, yang ternyata kini terbukti terjadi. Bung Karnto menyatakan bahwa ada kelompok-kelompok yang bakal merusak kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI kelak, mereka adalah : (1) Kaum Blandis: Kelompok yang lebih mempercayai literatur Barat (asing) daripada literatur-literatur bangsanya sendiri; (2) Kaum Kompromis: Kelompok ini lebih mementingkan dirinya sendiri dan golongannya daripada kepentingan bangsa dan negara; dan ke (3) adalah Kaum Reformis: Kelompok inilah yang bakal merusak sendi-sendi utama dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nah, ketiga kelompok di atas oleh BK disebut Kaum KOMPRADOR. Ketika kaum tersebut yang sekarang menjadikan Nuswantara Indonesia terpuruk.

Pancasila-lah yang dapat melawan Komprador tersebut.

Memilih dalam PEMILU, Memilih berarti Peduli

Mengikuti dan melakukan pilihan, dalam Pemilihan Umum adalah Kesadaran Hak atas Kebaikan Bersama. Ya, kembali ke dasar kata ‘politik’ dari “polis” kota/tempat tinggal bersama. Menentukan pilihan politik dengan menggunakan Vote/hak memilih adalah kesadaran diri sendiri (tanpa paksaan) untuk turut menjadi penentu jalannya kota/tempat tinggal bersama. Itulah tindakan peduli. Memilih berarti peduli. Tidak Memilih berarti tidak peduli.

Dimasa yang akan datang, ketika alam semesta Indonesia telah cukup bersih dari pengaruh buruk sang Kala, mungkin kesadaran rakyat tentang kehidupan bersama yang lebih baik, “bukan tentang dirinya sendiri” akan hadir dan menghantarkan Pemilu sebagai arena terpilihnya pemimpin yang benar untuk memomong rakyat.

PEMILU 2014 tidak lama lagi, 8 bulan ke depan. Pemilih wakilnya di legislatif (DPR) dan pemilih kepala negara.

Kiranya rakyat Indonesia akan memiliki kesadaran bahwa sikap peduli akan membawa pada kebaikan, bahwa peduli datang ke TPS, memilih yang berwarna dan bukan menjadi golput akan mengurangi golongan hitam (butho). Jika dimasalalu telah melahirkan pemimpin/anggota DPR yang korup karena rakyat banyak yang memilih bukan karena peduli tetapi karena dibeli, diiming-imingi, dan penyelenggara pemilu-nya juga butho (ada yang dipenjara) dan ada yang tidak punya moral etika.

@umilasminah

baca juga puisi saya Kepada Golput saat menyongsong Pemilu 2004 (yg dimenangkan golongan hitam) http://puisiumipoet.wordpress.com/2012/07/30/kepada-golput/

Titik Terang, sidang rakyat dimulai, Konsistensi Ratna Sarumpaet

Kemarin tepatnya, kamis,  4 Juli, 2013 saya berkesempatan menonton teater Satu Merah Panggung yang dipimpin Ratna Sarumpaet mementaskan Titik Terang: Sidang Rakyat Dimulai…di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Pementasan teater berdurasi lebih dari dua jam tersebut menurut penilaian saya sebagai penikmat kesenian bagus. Menunjukkan konsistensi Ratna Sarumpaet dalam berkesenian, bahwa berkesenian dapat menjadi wahana estetika (melalui dialog-dialog yang puitis dan padat makna) namun sekaligus memiliki nilai sosial politik sehingga teater menjadi wahana seni realis yang kritis terhadap kondisi kekinian bangsa.

Ratna Sarumpaet adalah perempuan yang gigih berktitikterangsidangrakyatarya dan memperjuangkan apa yang dipercayanya bagi kepentingan rakyat banyak. Contoh perempuan dapat menunjukkan dan berkreatif walauberusia sudah lebih dari 60tahun. Karya-karya naskah teater dan filmnya yang tajam dan dalam, tetap dapat dinikmati dan diresapi oleh mereka yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan terjadi di Indonesia.

Lakon Titik Terang tidak memaparkan cerita seperti membaca poskota yang dipentaskan, saya pernah mengalami itu saat menonton suatu teater dari dramawan terkenal, yang anehnya dipuji bagus dikoran Kompas, namun saat saya menyaksikan…sama seperti membaca koran kuning, saya pun keluar dan meninggalkan pertunjukkan. Lakon Titik Terang membahas apa yang terjadi kini dari kacamata seorang Ratna Sarumpaet yang memendam kesedihan, kegalauan luar biasa atas apa yang terjadi pada rakyat Indonesia. Keberpihakan Ratna Sarumpaet atas rakyat itulah yang memampankan konsistensi lewat pertunjukkan ini.

Di lakon Titik Terang, kita mendengar fakta jeritan rakyat yang diluapkan secara teaterikal: buruh, tkw, korban perdagangan orang, korban gusuran, pekerja seks, aktivis, bahkan anak koruptor. Bagaimana kalimat paling keras antara lain: “Menghentikan Penderitaan dan Sakit Rakyat adalah hanya melalui Kematian”. Ada juga kritik keras terhadap partai, dan undang-undang yang dibahas di DPR.

Menonton Titik Terang sama dengan menonton Statement Politik Ratna Sarumpaet, banyak orang dapat bercermin darinya, banyak juga yang tidak sepakat. Namun secara garis besar, ini adalah pertunjukkan yang dapat menjadi Titik Terang, bahwa pandangan politik, pemikiran kritis, dapat dipentaskan, didengungkan untuk mengelitik pikiran dan mendorong aksi.

Sidang Rakyat merupakan ungkapan kritis atas realitas, bahwa Indonesia adalah Negara yang tidak memiliki Dewan Rakyat Tertinggi (Majelis).  Dalam sidang Rakyat dikemukakan pula tuntutan rakyat atas pengembaliaan hak-hak rakyat sesuati Konstitusi.

Di awal pementasan Ratna Sarumpaet tampil sebagai sesosok ibu tua yang merekam penderitaan rakyat, di akhir teater ada harapan dari seorang bahwa semua dapat diubah, titik terang dapat digapai dengan Satu Kata Lawan!

Saya tidak bermaksud mengupas dan mengktitik bentuk teaterikal, panggung, atau kemampuan para aktor. Semuanya biasa saja, tak ada yang istimewa, namun harus diakui semua dialog yang panjang pastilah tidak mudah. Atikah Hasiholan mengambil perhatian penonton dengan akting-nya sebagai Pekerja Seks yang berdialog langsung dengan penonton. Maryam Supraba berhasil menarik perhatian dan membuka mata hati penonton bahwa Anak-anak Para Koruptor dapat juga menjadi korban… Kata-kata yang diucapkan oleh Maryam Supbraba yang merasa hina karena darahnya, kulitanya dialiri penderitaan para buruh, keringat petani adalah suatu gambaraan luar biasa bagaimana Korupsi menembus batas jatidiri kemanusiaan.

Layak ditonton.

@wartafeminis

Negeri Yang Memuliakan Perempuan

Negeri-negeri yang TIDAK PERNAH memberi penghormatan dan kemuliaan yang sesuai dengan harkat kemanusiaan PEREMPUAN adalah negeri-negeri terbelakang.

Negeri-negeri ini ditandai dengan praktek kekerasan terhadap perempuan yang terus menerus dan diakui sebagai suatu yang wajar. Pertama negeri itu pernah dan mungkin masih mempraktekkan pembunuhan dan penyingkiran terhadapnya, karena dia perempuan. Negeri ini umumnya memang menyukai perang dan kekerasan. Negeri ini bukanlah negeri Nuswantara.

Nuswantara adalah negeri yang memuliakan perempuan. Perempuan di Nuswantara mendapat tempat tinggi bahkan manusia pertama yang ada di dunia, meng-ada setelah penciptaan pertama Sosok Batari, yaitu Batari Kanestren. Batari Kanestren  putri dari SangHyang Wening , Batari Kanestren kemudian diperistri oleh  Batara Ismaya. Sehingga perempuan lebih tua dari laki-laki, sehingga yang terjadi adalah Bapak pasti akan memeuhi kebutuhan ibu dan ibu akan menjaga anak balita apalgi yang belum lahir. Laki-laki mengabdi kepada perempuan dan perwujudan Sang Hyang Batari Kanestren dan Sang Hyang Wening di atas Beliau. Batari Kanestren dan Batara Ismaya menurunkan Batara Wisnu, Batara Brama, Batara Surya, Batara Indra, para beliau inilah Dewa Ngejawantah (dewa yang menjadi manusia dan memimpin suatu Negara), yang antara nama beliau sebagai Prabu menjadi nama-nama hari Mahaprabu Radite (minggu), Mahaprabu Soma (senin), Mahaprabu Anggara(selasa), Mahparabu Budha (rabu), Mahaprabu Wrespati (kamis), Mahaparabu Sukra (jumat) dan Mahaprabu Tumpak Saniscara (sabtu).

Adapun Batara Wisnu beristrikan  Batari Sri (Sang Hyang Batari Pertiwi), Beliau adalah Pengelola bumi lapisan pertama Ekacakra. Sedangkan lapisan bumi Pertama Sang Hyang Batari  Pertiwi, lapisan kedua SangHyang Batari Kusika, ketiga Sang Hyang Batari  Gangga,keempat SangHyang Batari Sindula,  kelima SangHyang Batari Danampalan, keenam SangHyang Batari Manikem dan Lapisan ketujuh SangHyang Batara Hananta Boga.

Disamping itu, keraton Wonocatur (Atlantis)yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kidul/Nimas Pagedongan/ Nimas Angin-angin/Putri Gilang Kencana memiliki tumenggung perempuan Endang Juwiri, adipati perang Mayarukmi, adipati Putri Kadita (Roro Kidul) dan lain-lain.

Adapun Maharatu Perempuan yang kekuasaan Salaka Nagara (Se Alam Raya) antara lain Maharatu Sitawata (Kerajaan Matswapati (Sri Wijaya) di Sumatera, Kerajaan Medang Kamulyan (Lemuria) Maharatu Shimahawan (kerajaan hingga ke Jepang-Rusia), Maharatu Tribuana Tunggadewi dan -lain termasuk Maharatu di Kerjaan Alengka seperti Maharatu Tunjungsari, Maharatu Ciptasari dan-lain lain

sumber Turangga Seta (https://www.facebook.com/groups/GregetNuswantara2/  dan https://www.facebook.com/groups/GregetNuswantara/

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑