dewi-kamaratih-solo
Batari Kamaratih, Dewi Bulan,  kaki Kahyangan beliau adalah di Bulan, pemilik Wahyu Pradjnapramitha

Negeri-negeri yang TIDAK PERNAH memberi penghormatan dan kemuliaan yang sesuai dengan harkat kemanusiaan PEREMPUAN adalah negeri-negeri terbelakang.

Negeri-negeri ini ditandai dengan praktek kekerasan terhadap perempuan yang terus menerus dan diakui sebagai suatu yang wajar. Pertama negeri itu pernah dan mungkin masih mempraktekkan pembunuhan dan penyingkiran terhadapnya, karena dia perempuan. Negeri ini umumnya memang menyukai perang dan kekerasan. Negeri ini bukanlah negeri Nuswantara.

 

Nuswantara adalah negeri yang memuliakan perempuan. Perempuan di Nuswantara mendapat tempat tinggi bahkan manusia pertama yang ada di dunia

 

anjani-yogya
Dewi Anjani, yang memomong Perancis/Franka                          Manusia di dunia  ada setelah penciptaan pertama Sosok Batari, yaitu Batari Kanestren. Batari Kanestren  putri dari SangHyang Wening , Batari Kanestren kemudian diperistri oleh  Batara Ismaya. Sehingga perempuan lebih tua dari laki-laki, dan yang terjadi adalah Bapak pasti akan memeuhi kebutuhan ibu dan ibu akan menjaga anak balita apalagi yang belum lahir. Laki-laki mengabdi kepada perempuan dan perwujudan Sang Hyang Batari Kanestren dan Sang Hyang Wening di atas Beliau. Batari Kanestren dan Batara Ismaya menurunkan Batara Wisnu, Batara Brama, Batara Surya, Batara Indra, para beliau inilah Dewa Ngejawantah (dewa yang menjadi manusia dan memimpin suatu Negara), yang antara nama beliau sebagai Prabu menjadi nama-nama hari Mahaprabu Radite (minggu), Mahaprabu Soma (senin), Mahaprabu Anggara(selasa), Mahparabu Budha (rabu), Mahaprabu Wrespati (kamis), Mahaparabu Sukra (jumat) dan Mahaprabu Tumpak Saniscara (sabtu).

 

Adapun Batara Wisnu beristrikan  Batari Sri (Sang Hyang Batari Pertiwi), Beliau adalah Pengelola bumi lapisan pertama Ekacakra. Penguasa kelola lapisan bumi Pertama Sang Hyang Batari  Pertiwi, lapisan kedua SangHyang Batari Kusika, ketiga Sang Hyang Batari  Gangga, keempat SangHyang Batari Sindula,  kelima Sang Hyang Batari Danampalan, keenam Sang Hyang Batari Manikem dan Lapisan ketujuh SangHyang Batara Hananta Boga.

pertiwi-solo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disamping itu, keraton Wonocatur (Atlantis) yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kidul/Nimas Pagedongan/ Nimas Angin-angin/Putri Gilang Kencana memiliki tumenggung perempuan Endang Juwiri, adipati perang Mayarukmi, adipati Putri Kadita (Roro Kidul) dan lain-lain. Putri Gilang kencana disebut juga Nimas Pagedongan karena suka tinggal di rumah (rumahnya Gedong..istana), juga dikenal dengan nama Nimas Angin-angin karena biasa hadir dan berjalan secepat angin. Panggilang beliau Nimas bisa jadi karena beliau adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, kakakandanya laki-laki.

Adapun Maharatu Perempuan yang kekuasaan Salaka Nagara (Se Alam Raya) antara lain Maharatu Sitawata (Kerajaan Matswapati (Sri Wijaya) di Sumatera, Kerajaan Medang Kamulyan (Lemuria) Maharatu Shimahawan (kerajaan hingga ke Jepang-Rusia), Maharatu Tribuana Tunggadewi dan -lain termasuk Maharatu di Kerjaan Alengka seperti Maharatu Tunjungsari, Maharatu Ciptasari dan-lain lain

sumber Turangga Seta (https://www.facebook.com/groups/GregetNuswantara2/  dan https://www.facebook.com/groups/GregetNuswantara/

 

Advertisements