Saat para enterpreneur ini menjaga stand, tiba-tiba ada lewat Daniel Sahuleka,,,segeralan minta difoto bareng penyanyi legendaris "Dont Sleep Away
Saat para enterpreneur ini menjaga stand, tiba-tiba ada lewat Daniel Sahuleka,,,segeralan minta difoto bareng penyanyi legendaris “Dont Sleep Away

Jakarta, 25 Agustus, 2013 adalah hari terkakhir Festival Jalan Jaksa “Jakarta Street Fiesta” yang dibuka oleh walikota Jakarta Pusat menampilkan beragam stand yang menyajikan produk-produk buatan lokal UMKM. Diantara produk karya Nani Yugo berlabel (Inani) yang menampilkan produk unggulan Selentong (selendang kantong atau scarf with multifunction pocket), baju bertuliskan Honocoroko (huruf Jawa) dengan label Nyulen serta Pernak-pernik aksesoris dan pouch (kantong kecil multifungsi) berlabel Semomondey yang semuanya terbuat dari bahan-bahan reuse (bisa dipakai atau tidak terpakai lagi) seperti kancing dan jas pria.

Acara tahunan ini sebenarnya mengikutsertakan juga kecamatan-kecamatan yang ada di Jakarta Pusat, namun rata-rata kecamatan tsb hanya menampilkan stand kecil yang dihias, ada juga kegiatan tari-tarian serta kegiatan mural serta orasi terkait HAM. Secara garis besar pengunjung yang datang ingin tahu tentang festival Jalan Jaksa, namun tak banyak yang bisa dinikmati dalam festival ini, selain dari promosi produk kreatif…Berhubung informasi acaranya lumayan gencar…banyak orang berkunjung ke tempat yang Malamnya selalu ramai. Keramaian Malam di Jalan Jaksa…

dari kiri Firziana Roosnaleli pemilik label Nyulen, Mari Leng pemilik label Simomondey, Evi Permatasari , Nani Yugo pemilik Ininani dan seorang membawa tas dari daur ulang spanduk merk obat
dari kiri Firziana Roosnaleli pemilik label Nyulen, Mari Leng pemilik label Simomondey, Evi Permatasari , Nani Yugo pemilik Ininani dan seorang membawa tas dari daur ulang spanduk merk obat
bersama produk terbuat dari kancing dan bahan reuse
bersama produk terbuat dari kancing dan bahan reuse
Advertisements