Sangat disayangkan  sekali ketika dengan bangga mau mengadopsi pakaian yang berasal dari negeri sebrang di kepolisian. Indonesia itu punya beragam pakaian yang bisa dijadikan seragam polri atau polwan, mau pakaian bela diri, pakaian adat atau pakaian sehari-hari.

Padahal sebagai institusi Negara yang bersifa nasional mempunyai tugas dan wewenang substantif yang tidak boleh menampakkan diri sebagai TIDAK netral karena:

– Polri menaungi seluruh golongan masyarakat seluruh Indonesia, bahkan di luar negri

– Melampaui identitas keagamaan karena penugasan Negara tidak bersekat dia pengabdi negara dan bangsa

– Menjadi pengayon dan pemberi kenyamanan pada semua orang

Ketidak sigapan atas desakan intoleransi, terus berlanjut ketika akhirnya polri mau mengijinkan para polwan berjilbab. Betapa bodohnya. Indonesia itu bukan negara islam, islam aja baru berdiri tahun berapa. Mohamad aja lahir tahun 561, Nuswantara jauh-jauh sebelum agama-agama monotheis masuk dan menggantikan ajaran Asli Nuswantara, Nuswantara sudah jaya dan menguasai DuNIA, bahkan semesta raya. Lihat saja nama-nama asli ada di https://wartafeminis.com/2010/12/18/menguak-kejayaan-nusantara-sebagai-awal-mula-peradaban-dunia/

Kondisi kerpurukan Indonesia kini tidak pernah menjadi alat refleksi mengapa Indonesia yang kaya raya, alam, sungai gunung, dan kandungannya miskin??? Karena kita memuja daerah seberang yang hingga kini tak berhenti berperang. Jauh sebelum Eropa dan Amerika masuk dalam kejayaannya Nusantara dengan Atlanisnya http://www.youtube.com/watch?v=HMDQZ3GqdJE

yang terkenal hingga Plato menuliskannya, dan orang-orang dari Eropa mencari negeri itu…semua kesasar dan rata-rata mentok di India. Lagi pula pada saat penjelajahan Eropa dimulai, saat itu jugalah Nusantara mulai Surut Kekuasaaannya, Majapahit dan kerajaan-kerajaan lainnya mulai ditutup, menutup diri. Penutupan yang tidak akan selamanya.

Jilbabisasi berusaha menghapus jejak Leluhur yang memuliakan perempuan, di Nuswantara sejak DAHULU perempuan dimuliakan, maka di Nuswantara sekarang jejaknya masih ada dari nama Ibukota, ibu Pertiwi, bahkan dijaman modern pun kita punya Hari Kartni, Hari Ibu, lalu juga turut memperingati hari Penghapusan Kekekerasan terhadap Perempuan 25 November, Hari Perempuan Internasional 8 Maret.

Indonesia/Nuswantara punya selendang, kerudung, bukan jilbab. Selendang dan kerudung bisa dipakai untuk keperluan lain, gendong anak, upacara, bahkan ikatan kalau bawa anak naik motor. http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/09/stop-arabisasi-nusantara-indonesia-selendang-522883.html

Jilbabisasi polwan dengan alasan mau beribadah menurut ajaran agamannya, yaaa udah ibadah aja…gak usah campur-campurkan tugas negara Yang Netral TIDAK BERPIHAK…kalau pakai jilbab lalu nanti yang Kristen pakai Salib, yang Budha pakai tasbih budha…tolol

INDONESIA UDAH PUNYA KEKAYAAN BUDAYA LUAR BIASA, PAKAIAN, TATACARA, ADAT ISTIADAT INI MALAH MAU MENGAMBIL AJARAN YG DONGO SERAGAM, GANAS HOBBINYA PERANG MULU….GUBRAAAKKK

Advertisements