Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Month

September 2014

Rakernas PDI Perjuangan September 2014: Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat Mengisi Tahun Kemenangan dengan Jalan Trisakti

PDI Perjuangan menghelat kembali Rakernas IV, di Semarang di pinggir laut, Marina Conference. Jawa Tengah. Rakernas IV seakan menjawab semua keraguan atas kepekaan PDI Perjuangan terhadap keinginan rakyat. Bahwa PDI Perjuangan adalah partai konsisten. Jika tahun September 2013 saat rakernas di Sentul Jawa Barat, rakyat mendengar PDI Perjuangan tidak mau lagi berada di luar pemerintahan, maka Raernas 2014 ini adalah jawabnya. Bahwa pada rakernas 2013 hiruk pikuk pencalonan Jokowi sebagai capres ramai dibicarakan, maka Rakernas IV di Semarang, Jokowi telah menjadi Presiden tak sekedar calon. Tekanan demi tekanan diarahkan sejak 2013, kepada Ketua Umum ibu Megawati untuk mencalonkan Jokowi saat rakernas III. Ketika Ketua Umum akhirnya menuliskan mandat agar Jokowi menjadi presiden, 5 bulan setelah Rakernas III, tidak ada lagi keraguan, jalan ideologi adalah jalan yang akan ditempuh oleh DI Perjuangan dalam menjalankan roda pemerintahan. Jalan Ideologi Pancasila 1 Juni, dengan implementasi Trisakti : Kedaultan dalam Politik, Berdikari secara Ekonomi dan Bekepribadian Kebudyaan Indonesia.

Berikut ini Rekomendasi Rakernas PDI Perjuangan yang disusun oleh 1500 peserta yang terdiri dari struktur partai, DPD, DPC, bupati/walikota kepala daerah dan ketua anggota DPRRI/DPRD Fraksi PDIPerjuangan di seluruh Indonesia.

pertama adalah, mewujudkan amanat Kongres III Bali, yakni PDIP sebagai partai pemerintah yang siap menjadi pelopor mendukung kebijakan yang memihak kepada rakyat.

Kedua, usulkan Megawati Soekarnoputri untuk memimpin PDIP pada periode 2015-2020 yang akan diputuskan dan ditetapkan pada Kongres IV Partai pada 2015.

Ketiga, konsisten menjalankan pemerintahan berdasarkan Trisakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Keempat, mendukung visi dan misi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) 2014-2019, yakni jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Kelima, menata sistem pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam satu sistem pendidikan nasional, melalui kebijakan wajib belajar 12 tahun, penataan kurikulum pendidikan dasar yang berorientasi pembentukan karakter dan budi pekerti anak didik, dengan menitik beratkan penegakkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan kebhinnekaan, merubah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Keenam, memperkuat tingkat kepercayaan publik, dan menghasilkan kebijakan konkret, seperti perubahan APBN yang memberikan kepastian bergeraknya perekonomian rakyat dan usaha nasional.

Ketujuh, berkomitmen mengimplementasikan reformasi agraria: distribusi aset bagi petani dengan 2,0ha

Kedelapan, mendukung pemerintah membangun infrastruktur tol laut dan rel ganda keret api.

Kesembilan, mendorong pemerintah melakukan perlindungan –khususnya perlindungan hukum– bagi warga negara yang menjadi korban konflik sosial, atau pun perlakuan tidak adil yang dialami setiap warga bangsa (TKI) yang bekerja di luar negeri, termasuk mahasiswa yang belajar di luar negeri.

Kesepuluh, menentang kebijakan politik yang memiskinkan kaum buruh dan pekerja Indonesia. Menghapuskan praktik tenaga kerja outsourcing (alih daya) dan kontrak yang bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan, dan menolak politik upah murah.

Kesebelas, berani bersikap tegas dalam menegakkan hukum terhadap pihak-pihak yang mengancam kebebasan memeluk agama dan kepercayaan, serta beribadah sesuai agama dan kepercayaannya, sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Keduabelas, memberi perhatian yang serius dengan mencari penyelesaian yang adil dan komprehensif melalui dialog yang bermartabat dengan melibatkan tokoh-tokoh dan elemen masyarakat di daerah konflik yang mengarah disintegrasi bangsa seperti konflik di Papua, Ambon, Aceh, dan lain-lain.

Ketigabelas, membangun sistem politik luar negeri bebas aktif dan mampu meningkatkan daya tawar Indonesia di tingkat internasional, dengan cara melakukan rekrutmen duta besar (dubes) yang berbasis kompetensi dan memiliki kemampuan pemasaran, serta diplomasi internasional.

Keempatbelas, mengedepankan identitas Indonesia sebagai negara kepulauan dalam diplomasi internasional dan kerja sama internasional untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Kelimabelas, mempersiapkan syarat-syarat menyongsong bonus demografi 2020-2035 dan merevitalisasi gerakan Keluarga Bencana (KB).

Keenambelas, bersama-sama dengan komunitas dunia, melalui PBB meningkatkan peran aktif dalam mendukung terwujudnya negara Palestina merdeka dan memerangi terorisme, mafia narkoba dan psikotropika.

Ketujuhbelas, usulkan nama kabinet Jokowi-JK dengan nama Kabinet Trisakti.

Kedelapanbelas, menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila dan libur nasional.

Kesembilanbelas, mendukung penetapan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional.

KeduapuluhL Rekomendasi Rakernas kepada Fraksi PDI Perjuangan: a. Fokus politik adalah mengatasi kritis khususnya melalui kebijakan fiskal untuk mendorong terwujudnya tujuan bernegara, mendukung program unggulan JOKOWI-JUSUFKALLA b. Mempercepat penyelesaian perubahan UU no.22 2001 ttg Kebijakan Energi Nasional. Mempercepata Pembahasan UU ttg Kelautan dan mendukung terwujudnuya Poros Maritim c. Melakukan Penggatian dan/perubahan UU ttg Partpol agar parpol dapat menjadi instrumen pencetak kader pemimpin yang akuntabel d. UU pelaksanaan Pemilu dan Pilpres yang dilakukan bersamaan e. Upaaya perlindungan TKI di Luar Negeri f. Mempercepat revisi UU ttg Pekerja di Luar Negeri agar dapat memastikan perlindunganhak pekerja Indonesia di LN. g.Mendorong terbitnya PP UU ttg Desa untuk menjawab masalah di tingkat Desa h. Menugaskan Fraksi menginisiasi UU yang berkaitan dengan perlidungan HAM, hak hidup orang banyak. i. Mendorong Pemerintah mengadakan Perumahan Rakyat yang layak j.Menerbitkan Peraturan sebagai amanatUU jaminan Sosial dan BPJS seperti jaminan pensiun

Keduapuluhsatu: Sistem pilkada langsung adalah sistem yang paling baik dalam rangka perwujudan kedaulatan rakyat, bersepekata dilakukan perbaikan baik di tataran regulasi maupun implementasi

Keudapuluhdua: Dukungan Penuh terhadap JOKOWI-JUSUF KALLA untuk meluruskan dan menuntaskan agenda reformasi yang melenceng, merombak paradigma pembangunan manusia berdasar TRISAKTI , menuntasakan krisis pangan, krisis energi, sosial politik ekonomi dan budaya demi meletakan dasar kebangkitan Indonesia 2045

Keduapuluhtiga: sebagai perkuat karakter bangsa:- 1 Juni sebagai HARI LAHIRNYA PANCASILA, sebagai hari libur, mengkaji kembali pembentukan lembaga yang melaksanakan kajian, dan pengembangan serta penyebarluasan internalisasi 4Pilar kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Advertisements

Kotaku Jakarta

Kotaku Jakarta, adalah ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta adalah kota kelahiranku, kota tempat aku bermain sejak kecil, bersekolah hingga remaja, bekerja hingga dewasa.

Di kota Jakarta aku bernafas, makan dan minum dari air tanahnya, menikmati angkutan kotanya. Yang buruk, baik maupun yang biasa saja. Jakarta adalah kota dimana Eyang Kagem Pangeran Jayakarta membuat sungai-sungai dan katup air sehingga Jakarta tidak tenggelam.

Jakarta telah memberiku hidup, hiburan dan kadangkala tempaan hidup dan tantangan. Di Jakarta aku jatuh cinta dan patahati. Airmata suka dan duka tumpah di tanah ini.

Jakarta tak hanya memberi hidup bagi mereka yang dilahirkan dan dibesarkannya, namun orang-orang dari seluruh Nusantara hidup dan mencari penghidupan berkeluarga di Jakarta.

Jakarta adalah tanah airku, tanah kelahiranku. Jakarta akan selalu kucinta dan kurindu.

Walau hampir setiap hari kulihat banyak manusia susah namun tetap bekerja keras di Jakarta, aku tetap sayang pada Jakarta. Jakarta adalah Jaya Karta, Sejahtera Jaya.

Blog at WordPress.com.

Up ↑