Jakarta, Tebet. Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita bekerjasama dengan Exxon menyelenggarakan Seminar setengah hari Kesehatan Reproduksi: Pencegahan Deteksi Dini Kanker Serviks. Pesertanya adalah para perwakilan servic1drSigitanggota 24 koperasi sejabodetabek. Para ibu yang hadir adalah pengurus yang telah aktif sebagai kader berdaya. Sehingga banyak dari peserta telah kenal dengan narasumber dari Yayasan Kanker Indonesia Dr. Purnomo Sigit Sidi dan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta Endang Murdiati, dengan moderator Ibu Wirda Armin dari PPSW Jakarta.

Pada paparan kedua narasumber tersebut diinformasikan bahwa Indonesia menurut data WHO adalah yang tertinggi di dunia, 15000 penderita kanker Servix (kanker leher rahim), sehingga perlu dilakukan pencegahan dini. Pencegahan dilakukan dengan deteksi dini yaitu pap smear, atau vaksin (bagi remaja). Penderita kanker Servix pada umumnya tidak memiliki gejala yang signifikan, artinya ketika sudah menjadi kanker stadium tinggi (4) baru diketahui.  Pelayanan pap smear tersedia di puskesmas dan ada rencana Dinas Kesehatan DKI untuk memberikan vaksin bagi remaja usia sekolah setelah 12 tahun. Ada banyak pertanyaan diajukan peserta diantaranya mengenai penggunaan pantyliner sehari-sehari, atau keputihan.Pada dasarnya kanker dapat dikenali dengan kondisi abnormal, artinya segala yang berlebihan dari cara kerja sel manusia (menstruasi, keputihan) itu dapat diwaspadai untuk segera dicek. karena kanker adalah sel yang abnormal.

Tidak kurang dari 60 peserta dari pengurus koperasi dampingin PPSW tekun menyimak paparan pembicara, termasuk Koperasi Sumber Makmur di Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara yang mewakili 3 koperasi. Diantara anggotanya telah bergabung dengan PPSW sejak tahun 1992. Ketua koperasi Sumber Makmur ibu Salbiyyah (usia 52 tahun) bercerita bahwa koperasi para ibu ini sekarang berjumlah 130 orang, dan Sumber Makmur yang didirikan tahun 2000 telah memiliki aset hingga 900 juta. Setiap anggota koperasi membayar iuran pokok sejumlah 1 juta rupiah (dapat dicicil),s edangkan iuran wajib Rp.35.000,-. Anggota koperasi terdiri dari bermacam latar belakang termasuk karyawan, buruh cuci, buruh, pedagang dsb. Terdapat juga anggota yang lokasinya jauh, yaitu dari Cengkareng.

Menurut Direktur PPSW Jakarta ibu Endang Tri Sulistyowati pelaksanaan seminar adalah bagian dari kerja PPSW selaku community organizer yang selalu berupaya memberi kesadaran perempuan untuk lebih berdaya, termasuk dalam hak kesehatan reproduksi. Meskipun kegiatan utama adalah pemberdayaan ekonomi perempuan, yaitu dengan koperasi, PPSW berkomitmen mendorong kepemimpinan perempuan di komunitas, khususnya komunitas masyarakat kurang mampu termasuk di Jakarta. PPSW di Jabotabek telah memiliki anggota 14956, dan secara keseluruhan aset kelompok dan koperasi hingga Juni 2015 adalah Rp.37.952.578.200.  Sedangkan jumlah dana pinjam untuk para anggota telah berputar hingga Rp.22.525.040.800.

Itulah salah satu bentuk kegiatan dari organisasi masyarakat sipil (CSO) perempuan yang sudah puluhan tahun berdiri dan masih terus bekerja bagi komunitas. Selama masih ada ketimpangan dan ketidak adilan di masyarakat, khususnya ketidak adilan terhadap perempuan, CSO tetap diperlukan dan kerja keras para aktivis perempuan tetap dibutuhkan.

@umilasminah

 

 

Advertisements