Jakarta, 10Mei 2016. Pada masa reses Masa Sidang DPRRI Mei 2016, wartafeminis mendapat kesempatan mengikuti perjalanan Diah Pitaloka bertemu konstituen di daerah pemilihannya yaitu Jawa Barat 3, Cianjur (3840km) dan Kota Bogor. Diah Pitaloka adalah anggota DPR terpilih untuk Pemilu Legislatif 2014-2019 dengan suara 31.993 suara , dan termasuk salah satu perempuan yang terpilih dalam daftar rekomendasi perempuan berkualitas untuk dipilih dari GPPSP dan Puskapol UI (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=677968688934706&set=g.143684092463851&type=1&theater).
Sepanjang perjalanan pergi pulang Jakarta-Cianjur dan desa yang dikunjungi total berjarak lebih dari 650km

Dengan pekerja pengrajin jamur
Dengan pekerja pengrajin jamur
Dengan warga desa
Dengan warga desa
Sosialisasi
Sosialisasi

dengan melewati Jalan Marwati ujung desa hingga melalui Kecamatan Cikalongkulon yang melewati sungai,jembatan sawah dan pepohonan melalui wilayah Jakarta jalur Ciawi ke Cipanas. Hari Pertama wartafeminis mencatat bagaimana Diah Pitaloka menyapa, berdiskusi, tukar informasi dan menyerap aspirasi konstituen. Perjalanan dimulai di Desa Ciherang bertemu dengan petani sayur mayur. Para petani yang ditemui antara lain penghasil komoditas seledri, cabe dan wortel. Dari pertemuan dengan para petani ditemukan bahwa hingga kini biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dari harga jual hasil tanaman, terutama pada saat panen komoditas sayuran sejenis. Artinya ketika mayoritas petani cabe panen, maka harga jual cabe turun. Padahal biaya produksinya tinggi. Sedangkan ketika tidak musim panen harga ada harga tertinggi yang ditetapkan oleh Pengepul dan itu biasanya merupakan harga tetap tertinggi ditingkat pengepul. Untuk mensiasatinya petani menanam tanaman yang beragam sehingga selalu ada komoditas sayur yang bisa tanam dan panen secara bergiliran dan tidak serentak. Menanggapi hal tersebut Diah Pitaloka antara lain mengemukakan kemungkinan dibentuk koperasi penampung sayur-sayuran sehingga dapat dijual langsung ke pembeli/konsumen. Yang disambut baik oleh petani.
Pada kesempatan kunjungan ke petani sayur, Diah juga sempat mendapatkan aspirasi dari Kepala Desa terkait Kartu Indonesia Sejahtera dan Kartu Indonesia Sehat, dimana menurut Kepala Desa … selama ini pendataan dan pemberian Kartu dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan aeringkali tidak berkordinasi dengan kepala dssa dan kantor kepala desa setempat dandata yang dipakai adalah data lama yang belum pemutakhiran.
Terkait hal ini telah ada UU Resi Gudang, selayaknya dapat juga dimanfaatkan oleh petani sayur mayur.Perjalanan selanjutnya dsalah pertemuan dengan pengurus gabungan koperasi simpan pinjam dan produksi.Hasil pertemuan dengan pengurus koperasi ini antara lain untuk melakukan review kebijakan terkait Kredit Usaha Rakyat, dimana adanya potensi pemberian KUR yang tidak dibarengi penelaahan dan koreksi menyeluruh dapat membuat usaha jasa keuangan Koperasi simpan pinjam yang dikelola rakyat akan tersingkir.
Pada hari kedua, Diah Pitaloka menghadiri pertemuan dengan warga dan pengurus lembaga desa, tokoh masyarakat, staf kantor desa mengikuti pelatihan SIDK Sistem Informasi Desa dan Kewilayahan di Desa Cikajang,  Desa Cimacan. Diah Pitaloka hadir untuk mensosialisasikan tentang Dana Desa transparasi anggaran dan terkait dengan SID. SID sendiri merupakan amanat UU Pengertian Sistem Informasi Desa (SID) berdasarkan undang undang tersebut adalah meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, jaringan, serta sumber daya manusia. Jauh sebelum UU Desa lahir, Combine Resource Institution (CRI) telah mengembangkan Sistem Informasi Desa.UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Pada pelatihan yang diinisiasi oleh Fitra dan Yayasan Prakarsa Desa ini Diah Pitaloka menyampaikan sambutannya terkait pentingnya masyarakat mengetahui anggaran yang menjadi hak warga, terutama yang termasuk dalam flafon Dana Desa yang akan memasuki tahun kedua.

Demikian sekilas kegiatan Reses Diah Pitaloka, Anggota DPRRI Daerah Pemilihan Jawa Barat III, Kota Bogor dan Cianjur.

Advertisements