Olah Raga untuk Perempuan cuma Senam?

Apa benar begitu? Teringat dahulu kala ada senam koreografinya Minanti Atmanegara, senam body performance . Alih2 sehat dan senang buat semua, apalagi bisa dapat medali mengharumkan nama bangsa yang ada Tubuh perempuan jadi alat segala rupa “jenis olah raga” demi “ideal” bentuk tubuh sesuai versi Patriarki, khususnya versi warga kulit putih. Karena perempuan bagi kalangan masyarakat di Afrika, semakin gemuk semakin baik dan menarik.

Sehingga produk terkait tubuhpun tak lain adalah temuan untuk Kapitalis membuat berbagai produknya, dari cat kuku “cutex” hingga segala jenis shampo produk kapitalis, yang hampir semuanya menggunakan bahan kimia. Tentu saja menjadi sehat dan cantik tidak serta merta hanya menarik perhatian para kapitalis saja, karena pada kenyataanya menjadi cantik dan sehat bagi perempuan telah juga menjadi bagian tradisi di Nusantara, umumnya menyangkut prosesi Pernikawinan dan Hamil bagi perempuan, sedangkan bagi laki-laki antara lain bugar dan dapat performed secara maksimal (penisnya).

Di dalam masyarakat Patriarki mengutip (Diah Laksmi, Perempuan Subyek Kecantikan Tanpa Syarat) “Bagi perempuan kecantikan adalah predikat wajib, hampir semua perempuan merasa gagal sebagai perempuan apabila ia tidak cantik. yang lebih fatal terjadi ketika perempuan mengharapkan pengakuan dari (terutama) laki-laki sebagai bukti bahwa ia cantik, seolah-olah laki-lakilah yang memiliki kuasa untuk menentukan otentik atau tidaknya perempuan”. Pada dasarnya dengan penguasaan keseluruhan sistem hidup oleh Patriarki, membuat apapun termasuk tubuh dan keselurahanya terkonsep oleh dan dilaksanakan sistem patriarki. Sistem yang melanggengkan seksisme, eksploitasi perempuan dan penindasan perempuan.

Pada konteks tubuh, seluruh tubuh perempuan diinterpretasikan dan dinamai seluruhnya baik badan, organ tubuh dalam dunia kedokteran dan pendidikan kedokteran dengan phallus centris patriarki. Emily Martin sangat jelas menulis ini dalam The Women in The Body, cultural analysis in reproduction yang menuliskan hasil temuannya dari sumber kampus kedokteran bergensi di Amerika Serikat. Tubuh perempuan dalam dunia modern patriarki, sehatnya, sakitnya, obatnya, ditentukan oleh laki-laki. Sampai hari ini, di Indonesia dokter perempuan untuk Gynekologi masih langka.

Senam adalah olah raga tubuh, namun disebabkan laki-laki yang memiliki kuasa atas baik buruk, indah cantiknya tubuh perempuan, maka senam menjadi andalan perempuan membentuk tubuhnya yang sesuai Patriarki. Yang paling jelas mungkin senam balet, dimana perempuan dipersamakan dengan angsa…(besambung)

Advertisements