Baru-baru ini tepatnya 28 Februari, 2020 masyarakat entertainment dunia dikejutkan oleh aksi walk out Adele Haenel, aktris film Perancis pada acara Cesar Award 45 (semacam Oscar di amerika serikat), karena sutradara yang masuk nominasi bahkan menang adalah pelaku pedofilia yang buron dari Amerika Serikat roman polanski. Aksi berani dengan mengangkat tangan di dalam ruang ceremoni cesar Adele meneriakan “La Honte”/Memalukan!. Aksi ini sesungguhnya tidak terlepas dari gerakan feminis perancis, yang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung ceremoni Cesar. Aksi tersebut sejalan dengan MeTooMovement yang terjadi di Amerika Serikat.

Industri  film Perancis berbeda dengan di Amerika Serikat ataupun hollywood, yang baru berkembang tahun tahun 1976an saat dimulainya penghargaan Cesar bagi pelaku industri film.  Hingga kini film-film Perancis berusaha menempatkan diri berbeda dari industri film Hollywood. Selain itu yang membedakan industri film perancis dari amerika adalah pemerintah turut berperan banyak dalam pembiayaan produksi film. Namun dalam konteks tema cerita dan perkembangan alur film Perancis memang tidak bersifat komersil atau mencoba berbeda dengan hollywood, mungkin masih terikat “art for art”, sehingga isu yang dihembuskan memisahkan sebagai sutradara dengan kelakuan kriminalnya. Namun Adele sejak awal sudah menyatakan bahwa “nominasi romans polansi menjadikan orang itu pelaku pedofil lebih penting dan meludahi para korban”

Bila industri film hollywood beberapa tahun terakhir bergerak melawan kekerasan seksual, khususnya eksploitasi seksual dalam industri  film dengan gerakan #MeToo dimana aktris, sutrada dan crew film perempuan merasakan dilecehkan atau diperlakukan tidak senonoh secara seksual dalam industri film mulai bersuara ke publik dan memproses secara hukum. Banyak  dan aktris ternama yang  pernah mengalami sexual misconduct dari  Produser film Harvey Weinstein berbicara secara terbuka mulai dari Rose McGowan, Ashley Judd, Rosseanna Arquatte, Salma Hayek dan lain-lain. Gerakan kemudian mendapat tempat dalam event Academy Awards (Oscar) , dan memprosesnya secara hukum, dan menggalang dana untuk mendukung proses hukum menjerat dan mengadili pelaku kekerasan seksual. Penggalangan dana dan penyerapan donasi dari  berbagai kalangan pun dilakukan hingga akhirnya terbentuk TIMESUP timesup.org  untuk mendukung proses hukum perempuan korban pelecehan seksual diberbagai bidang dan profesi termasuk di wilayah Olah Raga. Untuk kasus olahraga senam, dokter penamping atlet senam pelaku pelecehan seksual yang dilakukan terhadap tidak kurang dari 25 pesenam indah oleh Larry Nassar, yang dijatuhi hukuman 40-175 tahun penjara.