Robusta Sejatinya Kopi

Didalam dunia modern sekarang, kehidupan perekonomian, sosial dan budaya dikuasai oleh Kapitalis (baca Barat Eropa & Amerika Utara). Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan ekonomi seperti produk pertanian maupun produk olahannya dikuasai oleh Kapitalis.

Penguasaan kapitalis ini telah berlangsung berabad-abad. Kapitalis hidup dari memeras keringat dan sumberdaya alam bangsa Asia dan Afrika (imperialis). Melalui imperialis inilah para kapitalis membawa hasil bumi bangsa-bangsa Asia Afrika ke Eropa dan Amerika Utara. Produk pertanian yang tidak ditanam di Eropa dikemas, diolah lalu jadi produk olahan yang dikenal mendunia bahkan disahkan sebagai yang terbaik. Salah satunya adalah Coklat. Apakah di Italia, Perancis atau Belgia ada perkebunan kakao tidak ada. Perkebunan coklat mulanya terdapat di Afrika dan Amerika Selatan, kini juga ada di Asia (di Indonesia yang mayoritas ditanam Sulawesi).

Kok bisa Italia dan Belgia tidak menanam coklat, tapi terkenal sebagai produsen coklat ternama dan terenak. Bisa. Semua karena kapitalis yang tidak hanya menguasai ekonomi tetapi juga menguasai wacana rasa. Melalui jalur-jalur aliansi para penjajah Eropa, maka sangatlah mudah memperkenalkan produk tersebut kepada sesama penjajah. Disamping seolah-olah tidak ada pemaksaan, keterjajahan sebuah bangsa membuat secara psikologi minder.

Jaman modern (baca dimulainya penjajahan Eropa ke benua Asia-Amerika-Afrika) ilmu pengetahuan, dan klaim “kemajuan peradaban Eropa” menjadi tolok ukur kehidupan yang lebih baik bagi bangsa terjajah. Politik penjajahan menjadikan segala sesuatu yang dibawa dibuat penjajah sebagai yang terbaik dan unggul. Padahal kemajuan bangsa Eropa dan apa yang diciptakan atau dibuatnya melalui cara-cara yang kurang beradab. Penindasan para buruh dan eksploitasi bangsa terjajah. Oke kita kembali fokus ke kopi.

Tanaman Kopi Tidak bisa Tumbuh dan Hidup di Eropa dan Amerika Utara

Kopi tak tumbuh di Amerika Utara maupun di Eropa (hanya ada kebun kecil di Spanyol)
lalu mengapa ada Starbuck dimana-mana dipenjuru dunia. Kapitalis Hegemoni. Bagaimana menjelaskan hegemoni dalam hal ini, panjang lebar Gramsci menjelaskan tentang cultural hegemoni. Namun secara garisbesar sebagai negara yang memiliki dominasi kekuasaan di dunia, maka segala hal termasuk gaya hidup dan prilaku budaya adalah bagian yang tak lepas sebagai cara mempertahankan kekuasaan dan ideologinya (kapitalis). Maka semua saluran dipakai, secara hitungan ekonomi untung rugi maka franchise Starbuck dimana-mana, secara hegemoni rasa kopi Arabika (Americano) yang diendorse. Dalam hal prinsip ekonomi Startbuck jelas mengikuti prinsip “dengan modal sekecil-kecilnya mendapat untung sebesar-besarnya” dan menjadikan Media sebagai jalan penguatan kapitalis.

Media adalah salah satu cara hegemoni yang paling soft dan tidak disadari. Melalui penciptaan brand (marketing strategi) yang adalah cara kerja kapitalis untuk dapat terus memproduksi barang yang banyak, dan menciptakan demand. Marketing strategi branding Starbuck berhasil. Harga modal kopinya satu gelas hanya Rp.13.000,- namun harga jualnya Rp.33.000,- dikurangi biaya sewa tempat mungkin untungnya tetap tinggi. Orang-orang yang terhegemoni oleh media branding dan Iklan tidak akan sadar bahwa saat pergi ke Starbuck adalah “dorongan impulse” trending “orang keren nongkrong di starbuck. Namun itulah kapitalis yang sejati memang membutuhkan biaya tinggi, Starbuck mengeluarkan biaya iklan hingga 120juta US$ tahun 2020. Lagi-lagi biaya tinggi itu adalah demi memperluas pasar, mempertahankan pasar atau menciptakan pasar.

Sementara bagi produk-produk non kapitalis, sesungguhnya yang diproduksi dan dijual adalah yang dibutuhkan. Subsistenperspective. Kerennya kapitalis mereka berhasil menciptakan kebutuhan baru yang tidak esensial.

Lalu bagaimana kok bisa Amerika Serikat yang tidak ada perkebunan kopi (kecuali Hawaii yang bukan Amerika Utara) bisa memiliki warungkopi Starbuck di hampir seluruh dunia. Amerika Serikat punya sistem ekonomi supply chains (rantai supply) yang mapan dan kuat, dan bersifat trans nasionalis. Kopi yang dijual di Starbuck berasal dari Amerika Selatan dari Columbia dan Brazil. Itu antaralain contoh ekonomi supply chains, yang sekarang bergerak di seluruh dunia, sebagaimana Start Up. Gak punya toko bisa jualan lah..gimana ya ambil dari yang punya secara online (barang gak ada) jual online.

Ya tadi jaringan hegemoni kultural yang merambah melalui berbagai media iklan di seluruh media elektronik dsb. Tak kurang dunia hiburan televisi dan film yang menjadi agen tak langsung marketing Starbuck. Tak sedikit pula celebrity mengendorse langsung tak langsung. Semuanya berjalan organik dan damai. Seperti Taylor Swift yang mempunyai fans ratusan juta orang seluruh dunia, minum Starbuck, secara tak langsung para fans-nya (orang yang cinta) Taylor Swift ikutan tergerak beli Starbuck. Cinta juga hegemoni diri sendiri, seseorang yang tidak disadari.

Kopi Robusta vs Kopi Arabika

Starbuck menjual kopi Arabika. Bangsa Amerika Utara lebih banyak minum kopi arabika dibanding bangsa Eropa. Secara harga kopi Arabika lebih mahal karena perawatannya. Kopi Arabika tumbuh didataran tinggi, dan memerlukan perawatan intensip. Sementara kopi Robusta nakal, mudah dirawat dan menanamnya. Sehingga harganya lebih murah. Kandungan kafeinnya lebih banyak Robusta. Bisa dibilang kopi Robusta adalah sejatinya kopi ya karena kafeinnya banyak. Kopi Arabika ada rasa asamnya, itu yang membuat saya tidak suka. Lucunya orang-orang yang pernah belajar jadi barista, mereka belajar menyeduh kopi dari cara-cara bangsa Eropa, pakai saringan V lah, pakai mesin brewing lah. Hingga kini kelas menengah pengusaha kopi khususnya cafe untuk kalangan menengah ke atas di Jakarta masih terhegemoni cara-cara penyeduhan kopi yang dipatok oleh “barista” luar negeri.

Hegemoni budaya minum kopi adalah sampai detik ini dalam wacana kopi dunia taste kopi itu ditentukan oleh bangsa yang tidak menanam kopi yaitu Amerika Serikat. Hal ini tentu berpulang dari bagaimana hegemoni budaya AS yang kuat itu. Coba anda main-main ke cafe kelas menengah di Jakarta, cari kopi robusta hampir tidak ada. Padahal bangsa Indonesia peminum kopi Robusta yang diseduh dengan air bukan diseduh dengan Uap.

Hegemoni kapitalis dalam tatacara memframed dengan cara menyeduh, cara minum dan cara penyajian. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kekayaan beragam untuk tatakrama makan dan minum. Tetapi karena bangsa Indonesia menjalani hidup dengan bersahaja dan alami (tidak memaksa) maka tatacara minum kopi asli yang dilakoni di daerah tetap berjalan tanpa digembar-gemborkan. Minum kopi itu diseduh. Biji kopi disangrai dan ditumbuk. Hal ini bukan berarti bangsa Indonesa menolak kemajuan dan cara-cara yang baru, tidak. Tetap saja ada kombinasinya. Ada yang mencampurkan keduanya. Namun gempuran kapitalis (uang) seringkali tidak dapat dihadapi dan mau tak mau diambil. Ada satu warung kopi yang mulanya “idealis” pura-puranya melawan franchise kopi kapitalis Amerika itu, dengan kombinasi alat dan cara penyajian kopi (dengan mesin brew kopi impoir yang harganya ratusan juta), model sana dihidangkan bersama makanan common di Indonesia..eh ujung-ujungnya warung kopi ini akhirnya dibeli oleh perusahaan besar sehingga ya kapitalis-kapitalis juga.

Tidak usah berkecil hati. Masih ada juga sih kafe-kafe warung kopi menengah kebawah yang menyediakan kopi robusta eh bukan kopi sachet Kapal Api yang berterbaran di seluruh penjuru ya. Ada kafe seperti Kopi Pojok Pamulan https://wartafeminis.com/2018/09/21/kedai-kopi-pojok-kopi-nusantara-di-pamulang/ atau (silahkan masukan: ) @umilasminah

Indonesia Feminist Theory and Practices

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: