Momentum #MeToo Perancis disaat ceremoni Cesar Award 2020

Baru-baru ini tepatnya 28 Februari, 2020 masyarakat entertainment dunia dikejutkan oleh aksi walk out Adele Haenel, aktris film Perancis pada acara Cesar Award 45 (semacam Oscar di amerika serikat), karena sutradara yang masuk nominasi bahkan menang adalah pelaku pedofilia yang buron dari Amerika Serikat roman polanski. Aksi berani dengan mengangkat tangan di dalam ruang ceremoni cesar Adele meneriakan “La Honte”/Memalukan!. Aksi ini sesungguhnya tidak terlepas dari gerakan feminis perancis, yang melakukan aksi demonstrasi di depan gedung ceremoni Cesar. Aksi tersebut sejalan dengan MeTooMovement yang terjadi di Amerika Serikat.

Industri  film Perancis berbeda dengan di Amerika Serikat ataupun hollywood, yang baru berkembang tahun tahun 1976an saat dimulainya penghargaan Cesar bagi pelaku industri film.  Hingga kini film-film Perancis berusaha menempatkan diri berbeda dari industri film Hollywood. Selain itu yang membedakan industri film perancis dari amerika adalah pemerintah turut berperan banyak dalam pembiayaan produksi film. Namun dalam konteks tema cerita dan perkembangan alur film Perancis memang tidak bersifat komersil atau mencoba berbeda dengan hollywood, mungkin masih terikat “art for art”, sehingga isu yang dihembuskan memisahkan sebagai sutradara dengan kelakuan kriminalnya. Namun Adele sejak awal sudah menyatakan bahwa “nominasi romans polansi menjadikan orang itu pelaku pedofil lebih penting dan meludahi para korban”

Bila industri film hollywood beberapa tahun terakhir bergerak melawan kekerasan seksual, khususnya eksploitasi seksual dalam industri  film dengan gerakan #MeToo dimana aktris, sutrada dan crew film perempuan merasakan dilecehkan atau diperlakukan tidak senonoh secara seksual dalam industri film mulai bersuara ke publik dan memproses secara hukum. Banyak  dan aktris ternama yang  pernah mengalami sexual misconduct dari  Produser film Harvey Weinstein berbicara secara terbuka mulai dari Rose McGowan, Ashley Judd, Rosseanna Arquatte, Salma Hayek dan lain-lain. Gerakan kemudian mendapat tempat dalam event Academy Awards (Oscar) , dan memprosesnya secara hukum, dan menggalang dana untuk mendukung proses hukum menjerat dan mengadili pelaku kekerasan seksual. Penggalangan dana dan penyerapan donasi dari  berbagai kalangan pun dilakukan hingga akhirnya terbentuk TIMESUP timesup.org  untuk mendukung proses hukum perempuan korban pelecehan seksual diberbagai bidang dan profesi termasuk di wilayah Olah Raga. Untuk kasus olahraga senam, dokter penamping atlet senam pelaku pelecehan seksual yang dilakukan terhadap tidak kurang dari 25 pesenam indah oleh Larry Nassar, yang dijatuhi hukuman 40-175 tahun penjara.

 

Reforma Agraria, apakah sudah terjadi di Indonesia?

Beberapahari lalu saya mengikuti diskusi di Jakarta tentang reforma agraria di Indonesia, kebetulan sesudah itu saya melanjutkan malam dengan menyaksikan film Semes7a, sebuah film dokumenter bertema lingkungan hidup khususya climate change, pengurangan emisi.
Ini adalah film dokumenter kedua yang saya tonton di bioskop dan membeli tiket layaknya nonton film feature fiksi, Semes7a mirip dengan film dokumenter terdahulu Banda terdapat cuplikan talking head dari pelaku utama dalam kisah dokumenter ini, yaitu mereka yang terlibat langsung didalam kegiatan yang memberi dampak terhadap perubahan iklim. Menonton film ini, seusai diskusi refromasi agraria, saya mengambil kesimpulan isu perubahan iklim yang didengungkan di dunia barat seakan terlepas dari tanah. Sementara film semesta justru mengembalikan bahwa climate change yang merugikan alam terkait dengan sikap manusia terhadap air tanah dan udara.

Menonton film Semes7a m, engajak kita mengenali praktek menjaga bumi yang dilakukan di 7 wilayah yaitu Bali, Aceh, Kalimantan, Yogya, Sumba, Raja Ampat, dan Jakarta. Film ini bercerita tentang hutan, sungai, laut dan tanah yang menjadi bagian manusia memuliakan dirinya. Film dibuka dengan kegiatan ritual Bali yang memuliakan mata air, dilanjutkan dengan kisah Sumba pemanfaat sungai, lalu Raja Ampat dengan pemuliaan bagian laut dengan tidak mengambil ikan untuk masa waktu tertentu di wilayah tertentu, ada juga gajah yang menyerang warga dimana pada saat itu pemimpin agama menggunakan pengaruhnya untuk tidak membunuh gajah melainkan bersahabat dan berteman dengan, kehidupan memuliakan manusia yang inheren dengan memuliakan alam. Sehingga dalam konsep keberlanjutan kehidupan manusia memuliakan “thoyib” dirinya maka selayaknya manusiapun makan dari makanan yang mulia, pada titik ini tanah,  tanaman dan  hutan adalah bagian terpenting bagi manusia. Itulah relevansinya dengan reforma agragria, atau reformasi tanah. Seharusnya konsep reformasi agraria pun tidak sebatas tanah, tetapi keseluruhan yang melekat pada tanah.

Pada suatu kesempatan Fokus Group Discussion PDI Perjuangan dengan topik Reforma Agraria dengan mendengarkan paparan beberapa ahli, antara lain yang terjun langsung menyiapkan konsep Reforma Agraria yaitu Noor Fauzi Rachman, juga yang terlibat didalam berbagai perundangan terkait agraria Profesor Maria Sumarjono yang a.l mengembalikan pentingnya keadilan pada rakyat atas berbagai RUU yang sedang dibahas RUU Pertanahan, RUU Kehutanan dan RUU Masyarakat Adat.

 

Kebangkitan Perempuan Berkesenian

Kesenian adalah salah satu unsur kehidupan manusia bermasyarakat. Kesenian bagian dari keunikan karya budaya yang dipengaruhi tempat, waktu, ruang dan latar belakang suku/etnik.

Bagi bangsa beretnik non tunggal, Indonesia Nuswantara memiliki keragaman kesenian, baik yang bersifat massif umum, maupun yang bersifat khusus terkait tradisional upacara budaya khusus termasuk upacara agama. Kesenian dalam bahasa inggris arts, menjadi ekspresi rasa manusia yang kadangkala dibantu media yang diciptakan sendiri oleh manusia maupun memanfaatkan yang telah ada dari alam. Secara umum kesenian sebagai  karya cipta manusia yang orisinil musik, melodi dan bunyi-bunyian atau suara spesifik, gerak tarian yang terkait melody lagu maupun gerak tradisi dalam suatu acara pertunjukkan maupun suatu ritual.

Musik, sebagai bebunyian medium tak pernah tunggal, dia harus memiliki paling sedikit 2 komponen sehingga menghasilkan bunyi, yaitu udara selalu pengantar dan alat, gerak atau suara yang menghasilkan bunyi. Manusia sendiri memiliki kemampuan paling tinggi dibanding semua mahluk lain menciptakan suara. Dari dirinya sendiri manusia menghasilkan milyaran suara, karena manusia saja secara data sudah 7 milyar di bumi.  Lalu bebunyian yang diciptakan di luar manusia untuk melengkapi bunyi sehingga menghasilkan nada dan melodi. Sejak jaman dahulu bebunyian, musik telah melekat dalam kehidupan manusia, bahkan memiliki kekuatan tak hanya menghadirkan suara saja, tapi suara musik mampu mengeluarkan atau menciptakan kekuatavn lain. Ada cerita tentang seruling yang bisa menggerakan ular, tikus ataupun ada petikan harpa yang mampu menggerakan manusia untuk melakukan hal tertentu.

The Future is Female

Secara global Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan  bahwa pada tahun 2030 masyarakat dunia telah memiliki kondisi kesetaraan diseluruh dunia. Kepemimpinan di dunia  pun diharapkan mencapai 50/50. Sudah ada beberapa negara yang menjalani kehidupan politik dengan jumlah kepemimpinan perempuan 50/50 Kanada, juga di Skandinavia seperti Findlandia jumlah mentri perempuan 60%,  dan beberapa periode Perdana Menteri Perempuan. Findlandia adalah negara rangking pertama Happiness Index.

Sedangkan di Afrika, Rwanda adalah negara dengan jumlah perempuan di parlemen 60%, dan ini karena dukungan Presiden Paul Kagame, dan atas kerjasamanya dengan perempuan parlemen Rwanda berhasil mengakhiri perang dan genocida, dan kita bisa  mulai melihat kebijakan dari negara yang memiliki anggota parlemen perempuan terbanyak dan perdana mentri perempuan. Lebih baik daripada negara lain, khususnya pada penghargaan terhadap kehidupan keluarga dan penghargaan pada tugas tugas biologi perempuan (Melahirkan dan Menyusui). Empat negara Skandinavia rangking teratas happiness Index (Findland, Denmark, Norwegia, Islandia) https://worldhappiness.report/ed/2019/. Negara skandinavia dikenal sebagai negara yang paling baik dalam gender policy, bahkan ada kebijakan m

emberi pilihan bagi

warga untuk cuti hamil dan cuti anak balita bagi pasangan (suami istri punya hak) yang memiliki bayi atau anak balita (parental leave). https://www.businessinsider.sg/countries-with-best-parental-leave-2016-8/  Hal ini membuktikan bahwa suatu negara dimana perempuan mengambil peran utama atau peran banyak dalam pengelolaannya maka akan menjadikan bangsanya bahagia. Bukankah kebijakan politik apapun adalah demi hidup lebih baik, sejahtera dan bahagia.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) meluncurkan program HeforShe 2030 sebagai gerakan “HeForShe” dan Indonesia, diwakili oleh Kepala Negara, mendukung Gerakan ini. Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo juga bentuk komitmen yang menjadi kepedulian para pemimpin negara termasuk  yang menyatakan bahwa Perempuan adalah merepresentasikan separuh dari pelaku dan penerima manfaat dari pembangunan.“I strongly believe removing the root causes of 

discrimination and violence against women and girls is a smart strategy to ensure a just and prosperous world.” H.E. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia. (https://unwomen.org.au/campaign/heforshe/news/) .

The future is Female, masa depan dunia berwajah perempuan, diwarnai kepemimpinan perempuan itu wajah politik, secara budaya (olahraga dan seni budaya) tanda ke arah itu telah muncul. Gerakan #MeToo #TimesUp di Amerika Serikat yang diawali sebagai gerakan melawan kekerasan seksual yang terjadi pada industri hiburan khususnya dunia perfilman, kini telah menjadi inspirasi untuk gerakan membantu perempuan yang mengalami problem hukum dengan bantuan advokasi pada perempuan melalui penggalangan dana TimesUp.

Tak sampai disitu CEO TimesUp adalah

mantan Presiden WNBA (Woman National Basketball Association) Lisa Borders. WNBA sendiri adalah liga basket profesional AS yang diikuti klub berbagai wilayah di AS yang pemainnya profesional dan berasal dari berbagai negara. WNBA adalah rujukan basketball dunia. Pemain WNBA asal AS adalah juga tim Nasional AS, dan  juara FIBA, dan peraih Emas Olimpiade bertu

rut-turut dari 1996-2016. Bahkan pemain WNBA AS juga yang menjadikan klub Basketball Rusia UMMC Ekaterinburg, pemenang Piala Liga Basket Putr

 

i Eropa Woman Basketball Euroleague.

Disamping olah raga dunia seni budaya khususnya film pun tak lepas dari mulainya timbul kesadaran bahwa industri film belum memberi peran perempuan secara adil, baik sebagai produser, sutradara maupun pemeran utama. Terobosan dimulai antara lain munculnya film Wonder Woman yang menghasilkan box office. Reese Witherspoon adalah aktris yang concern atas kondisi ini, dia pun mendi

rikan rumah produksi untuk mengangkat film dari novel atau kisah perempuan, dan ternyata berhasil seri drama televisi Big Little Lies meraih banyak penonton dan penghargaan. Seri televisi inipun diseason kedua melibatkan aktor kawakan Meryl Streep. Di dunia entrainment lainnya Taylor Swift kembali menampilkan dirinya untuk mendukung kaum marginal LGBTQ (lesbian gay bisexual transgender Queer). Sebagai penyanyi berlatar belakang country dan pasti memiliki pengemar anak-anak, pilihan menerbitkan album yang memiliki tone politik pada liriknya tentu akan menimbulkan resiko, namun ternyata musik dan lirik Taylor Swift masih kuat dan diminati pasar dengan album Lover bertahan di peringkat 1 billboard 200 charts terlama dari album apapun.

Masa Depan dunia lebih baik, lebih adil, lebih Indah, lebih mulia. Perempuan pun kini telah mulai menerobos dan menunjukkan kemampuan diri dibidang olahraga yang semula didominasi oleh laki-laki, dari segi pem

ain, penonton, manajer dan keseluruhan sistem yang masih patriarki. Penonton Amerika Serikat lebih banyak menyaksikan Piala Dunia perempuan 2019 Perancis dari berbagai platform media televisi maupun online socmed. Di luar itu semua, remaja putri  dari Swedia Greta Thunberg menjadi fenomena gerakan kesadaran perubahan iklim di dunia.

Berbagai gerakan ekologi juga terjadi ditingkat lokal terkecil pedesaan, perempuan bergerak dengan segala upayanya, mulai dari menanam tanaman yang memuliakan alam, memanfaatkan produk buangan untuk didaur ulang semua menjadi bagian menyongsong masa depan yang lebih baik, lebih indah, dunia kembali kepada jatinya.

KEBUDAYAAN NUSANTARA BANGKIT PEREMPUAN MENARI

KEBUDAYAAN NUSANTARA BANGKIT PEREMPUAN MENARI #SeberapaIndonesianyakamu

Kebangkitan kebudayaan Nusantara yang menjadi akar budaya Indonesia semakit nyata. Gerakan kebangkitan budaya ini banyak didukung dan diinisiasi oleh perempuan. Perempuan Berkebaya setiap hari selasa, dan terakhir perempuan menari setiap weekend.

Meskipun yang menari pada weekend (Sabtu atau Minggu) tak hanya perempuan, inisitiatif untuk menari sebagai tanda kecintaan sebagai bangsa Indonesia dimulai oleh perempuan.  Para perempuan yang berinisiatif untuk flash mob tari sebagai ekspresi KeIndonesiaan adalah Eva Simanjuntak, Virli, Evie, Sekar. Bersamaan perjalan persiapan tari SeberapaIndonesianyakamu, KomunitasIndonesia.ID berdiri atas inisiatif Eva Simanjuntak. Komunitas Indonesia ID (identitas) yang menjadi ajang informasi dan berbagi kabar tentang kegiatan tari. Continue reading “KEBUDAYAAN NUSANTARA BANGKIT PEREMPUAN MENARI”

Masa Depan Dunia, pada Kekuatan Budaya

Masih ingat kemeriahan dan kegemilangan Indonesia dengan Asian Games. Hal ini tak lepas dari kekuatan Budaya seorang Pemimpin Indonesia Joko Widodo. Sebagaimana Soekarno yang mengedepankan aspek Budaya saat Perjuangan menuju kemerdekaan, pun dalam gerak awal Pembangunan pada awal kemerdekaan. Budaya dalam bentuk seni menjadi bagian tak terpisahkan sebagai Alat Perjuangan pergerakan menuju kemerdekaan.  Ir. Soekarno mencipta karya naskah teater, gerak tari dan simbol-simbol cermin sebagai budaya yang ujungnya demi perjuangan dan menggelorakan semangat, merekatkan suku-suku dengan budayanya agar merasa menjadi bagian dari kesatuan bangsa Indonesia.

Kini Presiden Joko Widodo memulai menjadikan budaya sebagai bagian gerak pemerintahannya, paling tidak melalui event-event tertentu yang memang masih ceremonial atau bombastis, pada simbol keseharian pakaian makanan,  atau proyek tahunan. Upaya tersebut patut diapresiasi dan didukung oleh semua pihak, karena itulah yang membedakan dari pemerintah sebelumnya. Dimulai saat menjadi Gubernur Jakarta, kebudayaan Betawi mulai diangkat, lakon-lakon cerita asli mulai dipentaskan, juga desain rumah dikedepankan. Bukan hanya di Jakarta, akhirnya ini menumbuhkan  gairah kecintaan pada budaya sendiri, mulailah mementaskan cerita asli rakyat setempat baik dalam bentuk pementasan teater atau dalam kisah cerita drama, baik pada perayaan ulang tahun kota atau acara hari kemerdekaan dan hari nasional lainnya. Segala jenis kekayaan budaya dalam variasi bentuk seni daerah hadir dan muncul kepermukaan. Tari-tarian, musik, pantun apapun menjadikan kehidupan masyarakat Indonesia kembali  merasakan sebagai bagian dari suatu kelompok kolektif suku atau wilayah. Harapannya akan kembali kepada kesejatiannya, yaitu Nusantara yang Kaya dan Beragam.

Disamping kesenian, olahraga adalah salah satu budaya yang hadir dalam kehidupan manusia. Di Indonesia olahraga memiliki tempat tersendiri bersama kehidupan masyarakat dari berbagai kalangan, berbagai usia. Sejarahnya bangsa Indonesia sangat dekat dengan olahraga. Ada berbagai jenis olahraga dan permainan rakyat asli tersebar di seluruh Nusantara. Di Indonesia berbagai jenis permainan anak termasuk kategori olahraga. Mulai dari Engrang, Tak kadal, Galasin (DKI Jakarta) maupun permainan lainnnya yang membutuhkan ketangkasan raga. Adapun olah raga yang telah menjadi bagian dari salah satu cabang yang dipertandingkan adalah Pencak Silat. Pencak Silat pun dapat menjadi ajang pertunjukan hiburan ketika dimainkan dengan gendang dan disebut seni pencak silat.

Kini setelah 15 tahun Otonomi daerah berjalan, geliat kembali untuk mengangkat budaya daerah muncul. Tentu perlu partisipasi semua pihak, warga masyarakat, swasta pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Mengangkat kembali budaya daerah pasti akan membawa berkah.

Manfaat Membaca Buku Biografi

Buku biografi menuliskan kisah nyata kehidupan seorang manusia, pengalamannya, kesannya pada periode tertentu seseorang hidup. Sehingga kita dapat menemukan berbagai hal yang melingkupi kehidupan seorang manusia, sosial budaya, kemasyarakatan maupun alam dan lingkungan hidup yang menaunginya.

Kekuatan buku biografi tak hanya memberi informasi peristiwa pada suatu masa malahan juga menceritakan keunikan orisinalitas kehidupan manusia yang menginspirasi. Itulah yang saya temukan usai membaca buku biografi terbitan BalaiPustaka yang terbitn tahun 1980an. Buku Biografi terbitan Balai Pustaka yang sempat saya baca termasuk diantaranya Pelukis Afandi, Umar Wirahadikusuma menceritakan bahwa kedua beliau sangatlah menginspirasi sebagai karakter manusia maupun tingkah laku bijak sehari-hari dalam menghadapi tantangan dan problem kehidupan.

Membaca biografi kita kan menemukan informasi yang tidak akan ditemukan dalam wahana buku, atau wacana resmi, khususnya hal yang bersifat intim personal, maupun kontroversial.

Kartini bukan Feminis Pertama Nuswantara

Nuswantara (jauh eksis sebelum Indonesia merdeka Agustus 1945), adalah negeri yang memiliki kesetaraan sesama manusia. Pada masa tersebut yaitu berabad sebelum tahun 1500an, bangsa Nuswantara tinggal menentap tersebar di antara pulau-pulau, sungai-sungai, gunung dan lautan memiliki sistem kerajaan, keratuan, dan memiliki sistem sosial berdasarkan kasta. Walaupun hidup berdasarkan kasta, namun siapapun dapat berpindah kasta, dari kasta sudra naik menjadi satria, dari satria menjadi sudra. Semua karena laku manusianya (prilaku, adat tatakerama, daya juang, daya kerja, dan takwa -hubungan dengan leluurnya). Pada masa ini baik perempuan dan laki-laki dapat menduduki posisi politik sebagai pemimpin, baik di pemerintahan kecil maupun pemerintah besar serta menjadi pimpinan militer/pasukan perang.

Bukanlah hal yang aneh perempuan membawa senjata keris, atau pisau kemana-kemana, yang pasti desain keris sebagai senjata dan pisau untuk memotong bahan pangan berbeda desain peruntukkannya. Kemampuan perang dan pemahaman dalam mengelola pemerintahan yang dilakukan oleh  pemimpin perempuan Nuswantara tercatat dikitab-kitab kuno baik yang ada di Nuswantaa maupun kitab kuno di China dan Yunani. Tak banyak orang menggalinya, karena sampai detik ini bangsa Indonesia lebih cenderung memilih ajaran luar (terkait subordinasi perempuan) yang bukan menjadi jatidirinya sendiri sebagai bangsa.

Di dalam kebudayaan adiluhung bangsa Nuswantara, tidak hanya akan menemukan keteraturan pola pemerintah sebagaimana tercantum dalam Kerta Negara (Wilwatikta Majapahit), Simbur/ (Sumatera Selatan/SriWijaya) , dan Il La Galigo (Sulawesi/Bugis). Undang-undang negara-negara tersebut memiliki aturan yang sangat detil, bahkan dalam UU kerajaan Sri Wijaya banyak sekali yang mengatur tentang bagaimana laki-laki harus berlaku sopan dan santun terhadap perempuan, bila melanggar harus membayar denda.

Di antara kisah-kisah yang berkembang dalam sejarah Indonesia, khususnya tentang sejarah kepahlawanan, mereka yang menjadi pahlawan nasional sebelum Indonesia merdeka adalah termasuk para perempuan yang memiliki keahlian yang beragam. Sebut saja ahli strategi perang adalah Cut Nyak Dien (Aceh), keteguhan diri dan jiwa  (endurance) dalam melawan dan mengabdi bagi masyarakat Dewi Sartika dan Kartini, Sedangkan perempuan-perempuan dimasalalu  sebelum ketiga beliau, yang bekerja untuk rakyat dan mengabdi pada publik, yang jika dalam konteks kekinian disebut feminis banyak, sayangnya sumber sejarah resmi tidak saja menuliskan namun menjauhkan perempuan untuk mengenali para leluhurnya yang sakti dan luar biasa.

Seperti sudah disebutkan di atas, bahwa dimasalalu, perempuan dan laki-laki memiliki persamaan perlakuan dan treatment yang sesuai dengan kastanya, namun mereka dengan laku-nya dapat mengubah posisi dan statusnya. Begitu pun terhadap perempuan. Bila pada masa sekarang ada pesantren atau pun seminari yang mengajar kalangan putri-putra untuk belajar satu religi tertentu maka pada masa itu ada padepokan untuk khalayak umum, ada ksatrian dan kaputren untuk kalangan keluarga raja/ratu. Mari telusuri sebagai pelajaran berharga dan kebanggaan sebagai bangsa.

Seluruh bangsa di dunia mengakui bahwa Kerajaan (Mawastpati) SriWijaya dipimpin oleh Ratu Perempuan, Maharatu SHIMAhawan. Maharatu Shimahawan wilayah kekuasaannya hingga ke Jepang, sehingga di jepang banyak nama berakhiran shima.

Selain Maharatu Shimahawan ada banyak lagi putri-putri Nuswantara yang menjadi Ratu atau Maharatu. Bila Ratu hanya mengelola satu keratuan/kadipaten, maka Maharatu menguasai dan mengelola banyak kerajaan/keratuan. Keraton Laut Selatan di Nuswantara (kini) Mahapatihnya Dewi Kadita yang terkenal dengan nama Nyai Roro Kidul dan berpakaian hijau pupus/muda beliau putri dari Medang Ghana di pelabuhan Ratu, beberapa Tumenggung: Endang Juwiri berpakaian serba kuning, Surenggana berpakaian merah, Nyai Sepet madu berpakaian ungu,Nyai Gadung Mlati berpakaian ijo gadung/tua, Nyai Blorong berpakaian juga ijo gadung dll. Beliau yang kini menjadi adipati/tumenggung tersebut masalalu di dunia juga mempunyai peran politik hampir sama, khususnya disatu wilayah tertentu (Wilayah Induk atau wilayah kadipaten/provinsi).

Feminis bukan dari luar negeri, bukan hal baru. Jauh sebelum ajaran dari sebrang datang baik dari barat maupun dari tanah arab, wilayah pemerintahan telah  menjalankan sistem kehidupan berkeadilan yang setara, semua sama dimata hukum. Bahkan dalam konteks perpajakan pun dikenakan pajak progressif. Bahkan ketika ada warga yang membayar pajak berlebihan bisa dihukum dianggap menghina Negara.

Tentang bagaimana feminisme sudah dilaksanakan dalam kearifan lokal dapat dilihat di https://wartafeminis.com/2013/04/05/revitalisasi-nilai-kearifan-lokal-mengatasi-pemiskinan-peremuan/

@umilasminah

Women of Indonesia the unique Sisterhood

 Indonesia women have always been great target for commercials. Either their bodies; their “stereotype job” as caregiver; a homemaker for “homy” home, or their soul and perspectives. But they are living their way in unique sisterhood, silent feminists. They do not claim themselves feminists, yet they are practicing feminism in many ways they can.

Indonesian women has always have sisterhood without needed to know about feminism, or the term of sisterhood in so called feminist’s way.  Their sisterhood shows in daily life. In the way they care for each other at the office, at the school, at organization or between neighbors.

Sisterhood is powerful was already proof by Indonesian women. Many women friends have been created social networks to help other women. It might be philanthropic activities or it was an organization. One of the basics and essential example of Indonesia sisterhood is through Arisan, mutual savings. A circulate saving amount of money by a group of women. Women whom practiced Arisan are varied; which form from different social class, status, ethnicity, or environment. For village or small group of women within neighborhood, sisterhood were showed when one member of the group have accident or caught up in trouble such as family member is ill, death or other disadvantage situation. The group usually, initiate by one of its leader of one of women living in area took initiative of something as to collect donation or come to show support to the women within group.

Indonesia feminist perspective is feminism have Kartini’s spirit, Pancasila in practiced and the acculturation with either local or global way of living, and with men whomever they share their life to be a better living.

Indonesia woman internalized custom and culture that already have implement feminism spirit. Although still many culture from many ethnics have deny women’s rights as equal with men, those culture mostly come in practices after certain period of Indonesia history. Most has have change after 15th century. Long before 15th century in most of Nusantara culture, men and women have equal rights in politics.   The stories of historical facts about equality and how society respect and adore women have needed to be told more, explore more. For those stories not only will show how sisterhood also in practiced in many level of life, including within palace, schools and Forrest.

The stories of herstorical facts of women living within period of 15th century can give new perspective, a way of looking of life within Indonesia and beyond through the eyes of women of Indonesia, beyond centuries. Now that Indonesia women have richness of practices of feminism with the combination of different ideology of feminism can be seen as part of practicing daily in history, can create a grand discourse of ideology, Indonesia feminism has its root and deep connection with State ideology Pancasila of 2 humanity (mutual assistance/gotong royong) between women. And Pancasila is not a taken for granted ideology, its ideology of Indonesia pluralism, Indonesian tolerance and Indonesia as a land of hope for women.  Despite the practices of Indonesia feminism has not yet seem to contribute in Internationally or academic discourse about feminism, Indonesia feminism already been practiced all the way since Indonesia was in the making to its Independen Day in 1945 to Now.

Aksi Satu Hati Alumni (ASHA) UI Perempuan Turba dan Turbo

Sebagaimana ditulis dalam wartafeminis sebelum ini, kerelawanan yang lahir sejak Joko Widodo (Jokowi)  mulai melayani warga Jakarta terus berlanjut. Pada perhelatan Pemilihan Presiden 2019 pun relawan terus bergerak. Kali ini Alumni UI yang tergabung dalam ASHA-UI Aksi Satu Hati Alumni Universitas Indonesia sebagai gambaran pengorganisasian berdasarkan kerelawanan dan semangat untuk mengawal Kepemimpinan Nasional yang bekerja untuk Rakyat. ASHA-UI, terdiri dari alumni UI yang rata-rata juga hadir pada Deklarasi alumni UI Dukung Jokowi PHOTO-2019-04-06-11-07-06 (1)pada 12 Januari 2019 di GBK.

Ditilik dari namanya
aksi berarti bekerja, bergerak dengan hati rela, penuh suka cita, dan ASHA-UI memilih area kerja turun ke bawah, kepada Rakyat bersama rakyat. Ada berbagai bentuk pilihan aktivitas lain yang bisa diikuti oleh alumni UI, namun dalam tulisan ini, aksi turba (turun ke bawPHOTO-2019-03-30-19-01-20.jpgah) turbo (bergerak cepat) dilakukan mayoritas perempuan ASHA-UI.

Aksi turba ASHA saat berita ini ditulis, telah dilakukan hingga 11 kali, terakhir pada 6 April di Tanjung Priok Jakarta Utara. Aksi turba mencerminkan bahwa walaupun semua yang aktif adalah alumni, secara sadar atau tak sadar aksi yang dilakukan mencerminkan semangat sebagaimana termaktub dalam Mars UI (Genderang UI) “Berbakti dalam Karya .. Pengabdi Cita Perlambang Cita ..Kobarkan Semangat Kita demi ampera”. (ampera amamat penderitaan rakyat.pen)

Sejak Januari 2019, ASHA banyak digerakkan oleh alumni UI yang bekerja acara adhoc sesuai fungsinya. Yang menarik adalah mayoritas perempuan aktif menjadi penggerak. Kordinator canvassing door to door Dewi Marhaimg_2551.jpgeni alumni  (Fakultas Ilmu Budaya),  Pencatatan dan Administrasi Heni, Logistik Zullya, sie Acara Nora, dan banyak perempuan yang dengan suka cita turut rutin dalam Aksi sebagai penanggung jawab fungsional kerja maupun turut terjun di canvassing, pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata baca seperti Relita Pui, Diah Laksmi, Yeye,  Eva , Selly, Veti, Rini, Linda, Depe,  Tanti, Tami, Sari, Agnes, Grace, Reno, Dennie, Diah, Susi, Yuna, dan Rulita. Nama-nama tersebut adalah alumni UI perempuan yang secara konsisten menyediakan diri tenaga dan waktunya pada saat Aksi dilaksanakan  diakhir pekan.

Berbagai pengalaman yang berkesan menjadi pelajaran setiap usai berinteraksi dengan rakyat yang ditemui saat door to door di kawasan Jakarta, Bogor, Bekasi. Ada aspirasi, ada penolakan, ada penerimaan baik, apakah untuk pasang stiker, pasang kalender, dan yang selalu menarik adalah permintaan kaos. Biasanya ASHA akan selalu menyambut dan melayani mereka yang meminta kaos atau atribut lain, atau sekedar bertanya.  Sebagaimana mayoritas rakyat yg berkesempatan berinteraksi betapa hingar bingar politik di medsos dan televisi tak selalu tercermin di masyarakat bawah. Beruntungnya di Jakarta, dimana lokasi canvassing adalah wilayah menengah ke bawah sudah ada program pemeritah pemenuhah kebutuhan mendasar telah dinikmati mereka; KIS, KIP dan Program Mekkar.

Aksi bakti sosial ASHA-UI pada intinya merupakan tindakan nyata alumni UI lintas fakultas untuk mendukung Jokowi agar terpilih kembali melanjutkan tugasnya sebagai Presiden. Tindakan nyata y

PHOTO-2019-04-06-11-08-51

ang langsung dirasakan Rakyat selaku pihak yang diperjuangkan dan dilayani oleh pemerintahan Jokowi. Nah pada titik ini bakti sosial pelayanan kesehatan, dan pemberian kacamata, merupakan rangkaian dari aksi sosialisasi 3 program JOKOWI 2019, serta menangkal hoax dan fitnah terhadap Jokowi. Semuanya dilakukan dengan tatapmuka, ketuk pintu berbicara face to face, antara ASHA-UI dengan rakyat yang ditemui. Wilayah kerja aksi hingga pelosok Jakarta termasuk area kumuh dimana pendapatan warganya masih dibawah UMR  (upah minium rasio) Prov.Jakarta (pengupas bawang).

Mengikuti langsung kegiatan ASHA-UI berbakti sekaligus menjadi marketing “kerja baik dan rencana baik Jokowi”. Aktifitas  canvassing dan baksos metode sesuai gaya sendiri, individu yang terlibat menyampaikan informasi, mengajak dan melayani warga. Mampir di warung sambil berbelanja dan ngobrol dengan warga di toko, rumah dan pasar, semua dilakukan bersama alumni UI dalam kolaborasi fungsional, cair namun saling percaya. Disamping canvassing ada
fungsi lain terkait penyediaan logistik.l, materi untuk disampaikan kepada rakyat seperti flyer Program 3 Kartu Sembako, Indonesia Pintar Kuliah dan Kartu Pra Kerja, flyer penangkal hoax.

Sebagai pengorganisasian spontan dan adhoc, baksos pembagian kacamata baca untuk warga termasuk rapi dan sistematik. Agar tidak terjadi penumpukan orang, kupon yang hadir diberi kode Huruf A, B, dan C, untuk membedakan waktu pelayanannya. Misalnya kupo berkode A untuk warga yang dilayani pukul 9-10.00wib, B pukul 10-11.00 etc. Namun bila terjadi ketidak sesuaian akan ada langkah cepat mengantisipasi warga yang datang membludak, atau goodybag yang hampir habis. Misalnya menambah meja layanan dan menambah petugas yang melayani. Meskipun mayoritas yang turun ke bawah (turba) dan menggerakan secara cepat rangkaian kegiatan baksos dan canvassing adalah perempuan, laki-laki alumni UI yang senantiasa menjadi penggerak ASHA termasuk yang mendokumentasikan seluruh kegiatan dan menyediakan waktu dan tenaga melayani perempuan berselfie ria sebagaimana yang dikerjakan oleh Dundun dan Martin. Ada juga Yeni yang tuIMG_2604rut merekam kegiatan ASHA sebagai video. Zack yang slalu warawiri, Hendi yang kopi dinginnya selalu ditunggu, dan Yanwar juga Iman termasuk laki-laki yang aktif dalam kegiatan ASHA. Zack bertindak mirip General Manager, karena fungsi yang dilaksanakannya termasuk traffick dan komunikasi. Tentu saja diantara alumni UI yang bergerak dan terlibat dalam ASHA ada juga yang  masih aktif dalam komunitas relawan Jokowi seperti Zullya dan Wignyo.

Secara garis besar siapapun mereka yang pernah mengecap pendidikan di Universitas Indonesia dan pernah KKN atau pernah berkegiatan organisasi di kampus akan kembali merasakan spirit oranPHOTO-2019-04-06-15-19-53g muda, walaupun usia sudah jauh dari kaum millenial. Itulah kekuatan masalalu yang berlaku pada masa kini, alumni bagi  yang pernah bersekolah bersama disuatu institusi pendidikan melahirkan ikatan, ikatan tempat, waktu dan hubungan antar personal. Ikatan itulah yang kembali merekatkan alunmi Universitas Indonesia bergerak dengan ASHA berSATU demi keberlanjutan dan mengawal pembangunan yang sedang berjalan, menghubungkan Pak Jokowi dengan warga, turut menjaga kewarasan rakyat dalam menggunakan Hak Pilihnya pada 17 April 2019. Jadi ASHA bisa dibilang implementasi Hymne UI  dalam momen suksesi nasional. Hymne Universitas Indonesia: Almamaterku setia/berjasa/Universitas Indonesia/Kami wargamu/Bertekad berSATU// Kami amalkan tridharmamu/ Dan mengabdi Tuhan/Dan mengabdi bangsa/Dan negara Indonesia//

img_2785-e1554807841737.jpg
panas terik terus melayani

@umilasminah #AksiSatuHatiAlumniUIBerbakti

Blog at WordPress.com.

Up ↑