Search

wartafeminis.com

Indonesia Feminist Theory and Practices

Tag

Pancasila

Kembalikan Warisan Nilai Bangsa yang Ditinggalkan

Pancasila adalah dasar negara yang digali dari nilai-nilai bangsa yang pernah dilaksanakan sejak dahulu kala, nilai-nilai yang lahir dan dijalankan di Bumi Pertiwi. Nilai-nilai yang telah mensejahterakan rakyat di Bumi Pertiwi. Nilai tersebut terejawantahkan dalam Kitab Negarakretagama. Kitab yang mengatur perikehidupan warga Majapahit. Nilai-nilai yang sejak dahulu terwujud dalam masyarakat Nuswantara antara lain toleransi dan solidaritas sesama manusia, musyawarah (gotongroyong), saling membantu dan percaya pada Hyang Maha Kuasa. Nilai-nilai toleransi dan solidaritas sesama manusia disebutkan dalam Sila Ke-2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Namun sila tersebut kini hampir hilang dalam pelaksanaannya. Contohnya adalah semakin bertambahnya jumlah orang miskin yang menderita, namun semakin bertambah pula orang yang kaya, yang berarti TIDAK MERATA kesejahteraan. Yang paling jelas juga, TOLERANSI terhadap mereka yang menganut KEYAKINAN BERBEDA mulai ada yang MENIPIS dan dibiarkan oleh Negara. Kasus pembakaran gereja, pembakaran masjid Ahmadiyah, kesulitan Mendirikan Gereja Yasmin, hal itu mencerminkan SILA KEDUA TELAH DITINGGALKAN dan didiamkan Pelanggarannya oleh Negara (cq Pemerintah). Apabila sila Kemanusiaan Yang ADIL DAN BERADAB sudah ditinggalkan, maka yang DIJALANKAN oleh PEMERINTAH  Indonesia YANG TIDAK ADIL DAN TIDAK BERADAB.

Berapa lama KETIDAK BERADABAN DAN KETIDAK ADILAN berlangsung, apakah rakyat harus diam saja?

Dan mengapa hal tersebut dapat terjadi. Secara sederhana akan diungkapkan disini Bagaimana KETIDAK BERADABAN Pemerintah dan KETIDAKADILAN Pemerintah dapat berlangsung terutama periode 2004-2012  ini. 1. Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dijadikan Panglima Politik Pemerintah Partai Demokrat, bukan dalam artian Pelaksanaan dan Penghayatan Sila PERTAMA melainkan Mengedepankan ‘Agama’ sebagai bagian TRANSAKSI Politik. Ketika Agama, yang adalah institusi ajaran keyakinan TERTENTU dipilih dan dikedepankan untuk transaksi politik, MAKA AGAMA bukanlah A-GAMA (tidak tak teratur), tetapi Keteraturan Semu yang dipaksakan. Terkait dengan PASAL 29 yang dengan bijak tidak diubah: Menjamin Kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.. Namun, karena transaksi ‘agama’ untuk politik dari  kalangan partai tertentu maka, banyak rakyat Indonesia yang dimasa sebelumnya bebas beribadat dan menjalankan kepercayaannya, kini menjadi tidak bebas lagi, karena adanya tekanan dari rakyat yang teprovokasi oleh kalangan yang mendapat ruang oleh penguasa. Bahkan ada yang meninggal dunia, dan terbuang dari kampung halamannya sendiri.

Utara Indonesia: Serangan budaya penghancur Ideologi Negara

Berita berikut ini menunjukkan apa yang dikhawatirkan Soekarno terbukti, ganyang Malaysia adalah upaya untuk menahan laju imperialisme-koloni dan imperialisme budaya.

Walaupun berkedok agama- dan budaya Islam sesungguhnya Malaysia adalah tameng dan antek bagi lajunya kolonialisme dalam bungkus kapitalisme, sedangkan Malaysia di Utara, Australia di Selatan menjadi penahan maju dan progres-nya Negara Indonesia menjadi negara berdikari secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkebudayaan yang berkepribadian Indonesia.

berita dari realitas di bawah ini merupakan salah satu contoh bahwa Malaysia mulai menancapkan invasi budaya-nya yang pelan-pelan akan menyatakan PANCASILA adalah HARAM…. Sedangkan nilai-nilai Islam yang memiliki interpretasi sepihak adalah benar dan patut ditiru bahkan dilaksanakan di Indonesia, seperti Poligami.

hati-hatilah, karena Tuhan bukan seperti yang dipaksakan sebagian kalangan. Di dunia ini dihadirkan Ribuan nabi dan Rasul yang semuanya membawa ajaran kebajikan, jadi tak ada jalan lain menolak nilai yang tidak mengajarkan kebajikan yang hakiki bagi hati manusia.

umi lasminah @Oktober 2009

Klub Poligami Indonesia Launching di Bandung P

Indonesia Launching di Bandung By Republika Newsroom Minggu, 1

BANDUNG–Sebanyak 150 orang undangan dari seluruh Indonesia memeriahkan launching klub poligami di Hotel Grand Aquila Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam. Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia Global Ikhwan Chodijah Binti Am. Di samping peresmian klub poligami, dalam kegiatan yang bertema `Poligami Obata Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah`, digelar juga konser musik, operet dan penjelasan mengenai poligami.

Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami tersebut awalmulanya diresmikan di Malaysia. Untuk itu, global ikhwan akan mendirikan cabang klub poligami di Indonesia dan dimulai dari daerah Jawa dan Sumatera. “Sebelum meresmikan klub poligami di Bandung, saya sudah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi tentang poligami,” katanya ketika dihubungi Antara.

Menurutnya, klub poligami di Malaysia sekarang sudah berjalan dengan lancar. Bahkan sekarang klub poligami sudah memiliki 300 anggota yang tersebar di berbagai negara, seperti Indonesia, Australia, Singapur, Timur Tengah, Thailand dan masih banyak lagi. Ia menjelaskan, kenapa poligami menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah. Sebab, dengan poligami seseorang akan senantiasa mengalami kesusahan dalam hidupnya. “Ketika dia dalam kesusahan maka dia akan meminta pertolongan kepada Allah. Kesusahan yang dialami seorang istri yang suaminya berpoligami sipatnya terus menerus, maka dia pun akan terus meminta tolong kepada Allah,” ujarnya. Ia mengaku, sebagai wanita awalnya Chodijah juga menolak, bahkan seluruh keluarganya pun melakukan hal yang sama. Dengan alasan takut Chodijah tidak bahagia dan terlantar. Tapi, ia melanjutkan, setelah selama 30 tahun menjalani hidup sebagai seorang istri yang dipoligami, justru Chodijah mendapatkan cinta Allah, karena senantiasa berkomunikasi dengan-Nya. Chodijah tidak memungkiri, kalau pendirian klub poligami di Indonesia ini akan menimbulkan penentangan dari berbagai pihak apalagi kaum hawa. Hal itu juga terjadi di Malaysia ketika pertama kali dideklarasikan, namun sekarang semua sudah bisa menerimanya. Makanya, jika deklarasi klub poligami Indonesia mendapatkan penentangan itu hal yang wajar. Tapi, ketika mereka apalagi kaum hawa memahami tentang poligami mereka pasti akan menerimanya. “Untuk di Indonesia sendiri saat ini ada 30 keluarga yang bergabung dalam klub poligami dan sementara saya akan mendeklarasikan di Jawa dan Sumatera dulu. Sudah itu baru ke seluruh Indonesia,” katanya.ant/ pur ===

16:31:0 http://www.republik a.co.id/berita/ 83151/Klub_ Poligami_ Indonesia_ Launching_ di_Bandung BANDUNG–

Blog at WordPress.com.

Up ↑