Suara hati adalah bagian dari diri manusia yang terdekat dengan suksma atau roh. Begitu dekatnya suara hati tak pernah bisa dikuasai oleh apapun selain suksma/roh. Sehingga seorang yang nyawanya pergi pun masih bisa meninggalkan suara hatinya melalui suksma yang jejaknya dapat ditelusuri dari berbagai karya, pikiran ataupun pandangan atau dalam konteks riil dari bimbingan langsung Sang Suksma kepada manusia lain di bumi.

Suara hati tak pernah dusta. Walaupun mulut bisa berkata dusta, pikiran bisa merekayasa dan membuat kebohongan, namun suara hati tetap pada tempatnya, pada pendirian hakikinya, manusia Indonesia adalah baik, keturunan para pencipta bumi.

Sehingga pada bulan Juli, tanggal 9 tahun 2014 pilihlah presiden, kepala negara dengan suara hati, suara yang paling jernih paling tepat, karena suara hati adalah pantulan dari kebenaran Sang Pencipta, yang tidak bisa diganggu gugat. Semua dari kita memiliki suara hati, dengarkan dengan baik, dengarkan arahannya. Jangan dengarkan pikiran, pandangan dan pengaruh di luar suara hati, kecuali informasi tentang pandangan tersebut memperkuat apa yang ada di suara hati. Mengapa. Karena conscience atau suara hati suara hati tidak berkaitan apakah itu bertentangan dengan  moral publik atau hukum komunal, pointnya adalah keyakinan bebas dari setiap manusia. Keyakinan bebas ini memiliki moral universal, suara hati lah yang memberi persetujuan sehingga semua manusia menerima moral universal, bahwa mencuri itu salah, membunuh tanpa sebab itu salah. Suara hati seseorang tidak berdiri sendiri, tatapi juga dipengaruhi sistem sosial, ekonomi, politik dan budaya. Namun suara hati adalah hal paling mendasar yang dimiliki semua manusia secara hakikinya milik manusia hidup yang berkesadaran.

Suara hati menekankan bahwa inilah hal yang paling mendasar dari kehidupan seseorang. Semua manusia apapun latar belakangnya, status sosialnya, budayanya mempunyai suara hati. Tak ada yang bisa dibeli. Permasalahannya suara hati tak tampak, tak bisa dilacak. Hanya mereka yang mempraktekkan kebaikan, keberanian, dan menentukan pilihan secara baik itulah yang dapat dianggap mengikuti suara hati.

Pemilihan presiden, pemimpin adalah salah satu yang juga menuntut manusia menentukan pilihan dengan suara hatinya. Seluruh dunia selama ini dikuasai oleh bukan suara hati, sehingga yang berkuasa adalah pikiran kekuasaan, pikiran manipulasi dan pikiran memperkaya diri memuaskan diri sendiri. Itulah yang membuat suara hati tenggelam. Suara hati akan selalu kalah ketika semua yang menjalankan roda kehidupan dipenuhi oleh pikiran dan pengaruh materi, luaran dan rekayasa rasional.

Suara Hati sudah ada bersamaan lahirnya manusia, namun selama ini manusia sering mengabaikannya, semua karena suara hati sebagai suatu yang tak tampak, hampir terlihat seolah tak berpengaruh padahal disitulan letak fondasi kemanusiaa sebagai manusia dengan martabat mulia yang berbeda dengan hewan dan iblis/butho.

Namun suara hati seringkali kalah dari pikiran rasional, dan pengaruh luar khususnya yang sifatnya materil. Materil dalam hal ini sesuatu yang sifatnya duniawi, tidak sempurna, tidak abadi, dan seringkali sangat menipu. Materil umumnya dikuasai oleh sesuatu yang paling lemah dari manusia yaitu tubuh. Sesuatu yang paling tinggi dari manusia adalah Suksma, Nyawa terendah adalah tubuh. Tubuh dipenuhi oleh mayoritas sesuatu yang sifatnya negatif, yang seringkali menguasai kehidupan dan membuat penguasaan materil, ya dunia dikuasai oleh materi. Namun di Indonesia sendiri untungnya belum separah negeri barat u.s.a atau eropa dimana mereka hampir tak mengenal tradisi yang bersifat spiritual, yang lebih mengutamakan suara hati.

 

 

Advertisements